Campak di Solo Raya

Fakta 3 Kasus Campak di Sukoharjo : Satu Dewasa dan Dua Bayi, Semua Sembuh Tanpa Rawat Inap

Kasus tersebut terjadi pada akhir Februari hingga awal Maret 2026. Seluruhnya kini telah sembuh dan tidak sempat menjalani perawatan inap.

TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
TEMUAN KASUS CAMPAK - Kolase Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Tri Tuti Rahayu (kiri) dan ilustrasi campak pada anak (kanan). Kasus campak sempat ditemukan di Kabupaten Sukoharjo pada akhir Februari hingga awal Maret 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo mencatat terdapat tiga kasus terkonfirmasi, yang terdiri dari satu pasien dewasa dan dua pasien bayi. 
Ringkasan Berita:
  • Tiga kasus campak ditemukan di Sukoharjo (1 dewasa, 2 bayi), seluruhnya sudah sembuh tanpa rawat inap.
  • Kasus terjadi di waktu dan lokasi berbeda, sehingga tidak masuk kategori KLB.
  • DKK menyebut kasus menurun dibanding 2025 dan mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan serta imunisasi.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak tiga kasus campak sempat terkonfirmasi di Kabupaten Sukoharjo, terdiri dari satu pasien dewasa dan dua bayi.

Seluruhnya kini telah sembuh dan tidak sempat menjalani perawatan inap.

Kasus tersebut terjadi pada akhir Februari hingga awal Maret 2026.

Baca juga: 3 Kasus Campak Sudah Rambah Kabupaten Sukoharjo, Terdeteksi Akhir Februari Hingga Awal Maret 2026

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo memastikan kondisi para pasien sudah pulih sepenuhnya.

Kepala DKK Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, menjelaskan bahwa ketiga kasus tersebut masih dalam kategori terkendali.

“Kalau saat ini ada tiga kasus di akhir Februari dan awal Maret 2026, satu kasus dewasa dan dua kasus bayi. Semuanya tidak opname dan saat ini sudah sembuh,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Tak Masuk Kategori KLB

Ia menambahkan, tiga kasus tersebut tidak masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hal ini karena kasus terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda serta tidak saling berkaitan.

Menurutnya, penetapan status KLB memiliki indikator tertentu, seperti minimal 10 kasus suspek dalam empat minggu terakhir, dengan sedikitnya dua kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Baca juga: Tak Mau Anak Kena Campak? Dinkes Boyolali Beberkan Tahapan Vaksin yang Harus Diketahui Orang Tua

“Di Sukoharjo belum masuk kriteria KLB, karena kasusnya tidak saling berkaitan dan jumlahnya juga masih di bawah indikator yang ditentukan,” jelasnya.

Selain itu, jumlah kasus pada periode ini juga disebut lebih rendah dibandingkan rata-rata kasus bulanan sepanjang tahun 2025.

DKK Sukoharjo berharap tren penurunan ini dapat terus berlanjut. Masyarakat pun diimbau tetap waspada dengan menjaga kesehatan serta melengkapi imunisasi untuk mencegah penyebaran campak.


 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved