Campak di Solo Raya

Dinkes Boyolali Imbau Warga Waspada Campak, 3 Kasus Tercatat hingga Maret 2026

Kasus campak Boyolali 2026 mulai muncul. Dinkes imbau vaksinasi dan kewaspadaan warga.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Freepix/freepix via Tribun Jogja
ILUSTRASI - Ilustrasi sakit campak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang masih berpotensi terjadi pada 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus campak Boyolali 2026 tercatat 3 kasus hingga Maret, Dinkes minta warga tetap waspada meski lebih rendah dari 2025.
  • Campak berbahaya karena bisa sebabkan komplikasi serius, terutama pada anak belum vaksin dan orang dengan imun lemah.
  • Pencegahan utama lewat vaksin MR/MMR sesuai jadwal, serta pola hidup sehat dan deteksi dini gejala campak.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kasus campak di Boyolali kembali menjadi perhatian.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang masih berpotensi terjadi pada 2026.

Hingga 31 Maret 2026, tercatat sudah ada tiga kasus campak di wilayah Boyolali.

Meski jumlah ini tergolong rendah, masyarakat diminta tidak lengah.

Kasus Campak Masih Mengintai

Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandiyoko, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu jumlah kasus campak mencapai 19 kasus.

Meski terjadi penurunan, potensi penularan masih tetap ada dan perlu diwaspadai bersama.

“Campak masih menjadi ancaman, sehingga kewaspadaan perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

CAMPAK PADA ANAK - Ilustrasi campak pada anak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang masih berpotensi terjadi pada 2026.
CAMPAK PADA ANAK - Ilustrasi campak pada anak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang masih berpotensi terjadi pada 2026. (Dok. Istimewa)

Kenali Bahaya dan Komplikasi Campak

Kristandiyoko menjelaskan, campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbillivirus.

Penyakit ini tidak hanya menimbulkan gejala ringan seperti demam dan ruam kulit, tetapi juga berisiko menyebabkan komplikasi serius.

Komplikasi tersebut meliputi infeksi telinga, pneumonia, ensefalitis, dehidrasi, kebutaan, hingga risiko keguguran atau kelahiran prematur pada ibu hamil.

“Risiko komplikasi lebih tinggi pada anak yang belum divaksin, orang dewasa yang belum memiliki kekebalan, serta mereka dengan sistem imun lemah,” jelasnya.

Baca juga: Daftar Langkah Pencegahan dari Dinkes Boyolali Hadapi Merebaknya Kasus Campak, Wajib Dilakukan!

Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

Sebagai langkah pencegahan utama, Dinkes Boyolali terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi campak.

Selain itu, dilakukan kolaborasi lintas sektor serta pemantauan rutin melalui sistem kewaspadaan dini untuk merespons setiap kasus suspek.

Kristandiyoko menegaskan, pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi menggunakan vaksin MR (Measles-Rubella) maupun MMR (Measles-Mumps-Rubella).

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved