Makan Bergizi Gratis di Klaten

Kesaksian Siswa di Klaten Pusing hingga Muntah Setelah Santap Menu MBG, Ada Ayam dan Jamur

Siswa di Klaten mengalami pusing dan mual setelah menyantap menu MBG. Mereka istirahat di rumah karena kejadian ini.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
ILUSTRASI. Menu MBG beberapa waktu lalu. Di Klaten ada kasus siswa muntah dan pusing usai menyantap MBG. 
Ringkasan Berita:
  • Dugaan keracunan program MBG terjadi di dua sekolah di Klaten, yakni SMPN 1 Kalikotes dan SMK 1 Klaten. Sejumlah siswa mengalami pusing dan muntah usai menyantap makanan.
  • Salah satu siswa mengaku memakan menu ayam dan jamur sebelum merasakan gejala pusing, sakit perut, hingga muntah, baik di sekolah maupun di rumah.
  • Siswa menyebut ayam berbau dan jamur masih mentah, serta baru menyadari kondisi makanan setelah habis disantap.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) terjadi di Klaten

Ada dua sekolah yang mengalami kejadian ini yakni SMPN 1 Kalikotes dan SMK 1 Klaten

Siswa merasa pusing dan muntah setelah makan menu yang disediakan. 

Salah satu siswa, R mengatakan sempat menyantap hidangan yang disajikan. 

"Makan ayam, sama jamurnya," ujarnya kepada wartawan belum lama ini. 

Sesaat setelah memakan hidangan, ia merasakan pusing hingga muntah. 

"Pusing, perut sakit, terus muntah-muntah. Di sekolah sama di rumah," jelasnya. 

Kondisi tersebut, ia rasakan saat makanan habis disantap. 

"Ayamnya (ada) bau, jamurnya masih mentah, enggak enak kok jamure," paparnya. 

"Kan itu udah habis toh (makanan), baru nyadari kulitnya bau. Terus muntah-muntah," tambahnya. 

ILUSTRASI. Makanan dari program Makan Bergizi (MBG). Di Klaten dugaan keracunan MBG terjadi di dua sekolah.
ILUSTRASI. Makanan dari program Makan Bergizi (MBG). Di Klaten dugaan keracunan MBG terjadi di dua sekolah. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf)

Siswa Istirahat di Rumah

Meski demikian, sang siswa tidak memeriksakan diri. Hanya istirahat di rumah selama dua hari. 

"Pusingnya 2 hari, muntah-muntahnya 1 hari," ujarnya. 

Dalam keterangan tertulis SMPN 1 Kalikotes, didapatkan laporan sebanyak 31 siswa dan 3 guru yang sakit. 

Diantaranya terkena diare, sakit perut, pusing, mual, muntah, dan mulas.

Sebagian sudah dibawa ke Klinik maupun Puskesmas terdekat untuk diperiksa. 

Baca juga: Menu MBG Viral di Medsos, Wabup Sukoharjo Eko Sapto Minta SPPG Minta Maaf dan SOP Dievaluasi

Hasil pemeriksaan observasi dokter, salah satu guru terindikasi alami keracunan. 

Usai insiden ini terjadi, pihak sekolah melakukan pertemuan dengan pihak SPPG dan Koramil pada 9 April 2026.

Dalam pertemuan ini, disampaikan keluhan secara jujur, transparan dengan penuh kesadaran. 

Dari pertemuan tersebut, disepakati untuk menghentikan pelayanan MBG sementara selama 2 minggu mulai Jumat (10/4/2026). 

Langkah ini diambil, guna menghindari trauma anak-anak dan guru ketika membuka ompreng MBG. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved