Wisata Karanganyar

Kunjungan Wisata Karanganyar Merosot Saat Lebaran, DPRD Singgung Upgrade Agar Tak Ketinggalan Zaman

Penurunan wisata Karanganyar jadi sorotan DPRD. Pemkab diminta lakukan inovasi dan promosi wisata Lebaran 2026

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
MELINTAS - Suasana exit tol Karanganyar, saat H-4 Lebaran, Selasa (17/4/2026) lalu. Penurunan jumlah wisatawan di Kabupaten Karanganyar hingga tidak masuk 10 besar kabupaten/kota paling banyak dikunjungi selama libur Lebaran 2026 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Karanganyar menyoroti penurunan jumlah wisatawan hingga tidak masuk 10 besar kunjungan wisata saat libur Lebaran 2026, dan meminta Pemkab segera melakukan terobosan inovasi pariwisata.
  • Latri Listyowati mendorong perbaikan infrastruktur seperti jalan rusak serta peningkatan dan “upgrade” objek wisata agar lebih menarik dan tidak tertinggal.
  • Pemkab diminta memperkuat promosi wisata Karanganyar dengan melibatkan event budaya, seniman, konten kreator, dan media secara lebih masif.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Penurunan jumlah wisatawan di Kabupaten Karanganyar hingga tidak masuk 10 besar kabupaten/kota paling banyak dikunjungi selama libur Lebaran 2026 menjadi perhatian serius DPRD Karanganyar.

Kondisi ini mendorong adanya desakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar segera melakukan terobosan inovasi untuk meningkatkan kembali daya tarik pariwisata daerah.

Sorotan ini muncul karena sektor pariwisata dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal, terutama pelaku UMKM di kawasan wisata.

DPRD Desak Terobosan Inovasi

Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dari Fraksi PDI-P, Latri Listyowati, menegaskan perlunya langkah konkret dari Pemkab untuk mengatasi penurunan kunjungan wisatawan.

Menurutnya, terobosan yang dibutuhkan mencakup perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas objek wisata, hingga strategi promosi yang lebih masif dan modern.

"Pemkab Karanganyar didorong untuk segera melakukan terobosan inovasi terkait perbaikan jalan yang rusak dan mempromosikan pariwisata di Kabupaten Karanganyar, melibatkan event budaya, seni, dan konten kreator, serta mengoptimalkan media," kata Latri.

WISATA KARANGANYAR - Situasi arus lalu lintas di Jalan Lawu, Jalur Wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar pada H+2 Lebaran 1447 H / 2026 M, Selasa (24/3/2026) lalu. Penurunan jumlah wisatawan di Kabupaten Karanganyar hingga tidak masuk 10 besar kabupaten/kota paling banyak dikunjungi selama libur Lebaran 2026.
WISATA KARANGANYAR - Situasi arus lalu lintas di Jalan Lawu, Jalur Wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar pada H+2 Lebaran 1447 H / 2026 M, Selasa (24/3/2026) lalu. Penurunan jumlah wisatawan di Kabupaten Karanganyar hingga tidak masuk 10 besar kabupaten/kota paling banyak dikunjungi selama libur Lebaran 2026. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Perbaikan Jalan dan Infrastruktur Jadi Kunci

Latri menyoroti pentingnya perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata.

Menurutnya, kondisi infrastruktur yang baik akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus mendukung aktivitas pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata.

Ia menilai kenyamanan akses menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan, terutama pada musim liburan.

Objek Wisata Dinilai Perlu “Upgrade”

Selain infrastruktur, Latri juga menyoroti sejumlah objek wisata di Karanganyar yang dinilai kurang menarik dan perlu pembaruan.

"Objek wisata yang dinilai kurang menarik, harus diupgrade agar tidak ketinggalan zaman," ungkap dia.

Ia menekankan bahwa inovasi pada destinasi wisata menjadi hal penting agar Karanganyar tetap kompetitif dibanding daerah lain yang juga mengembangkan sektor pariwisata.

Baca juga: Karanganyar Tak Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Favorit di Jateng Saat Lebaran 2026

Promosi Wisata Harus Lebih Masif dan Libatkan Banyak Pihak

Menurut Latri, salah satu faktor penurunan kunjungan wisata juga dipengaruhi oleh kurang maksimalnya promosi yang dilakukan pemerintah daerah.

Ia mendorong agar promosi pariwisata dilakukan secara lebih aktif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk seniman, konten kreator, hingga media lokal maupun nasional.

"Kami juga mendorong pemerintah segera melakukan promosi-promosi, dengan selalu melibatkan event kegiatan apapun dengan budaya, seni, dan sebagainya yang ada di Karanganyar," kata dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved