Ibadah Haji 2026

Satu JCH Wonogiri Meninggal Dunia, Digantikan Jemaah Cadangan

Satu JCH di Wonogiri meninggal dunia, kini kuotanya diisi jemaah cadangan.

TribunSolo.com / Zharfan Muhana
ILUSTRASI. Jemaah calon haji kloter pertama tengah menaiki pesawat di Bandara Adi Sumarmo, Boyolali, Minggu (12/5/2024). Di Wonogiri satu JCH meninggal dan digantikan jemaah cadangan. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang jemaah calon haji (JCH) asal Wonogiri meninggal dunia sebelum keberangkatan. Posisinya telah digantikan oleh jemaah cadangan.
  • Plt Kepala Kemenag Haji dan Umrah Wonogiri, Fauzi Rokhman Jauhari, memastikan penggantian dilakukan sesuai prosedur.
  • Kuota haji Wonogiri tahun 2026 sebanyak 298 jemaah dan seluruhnya tetap terpenuhi meski ada satu JCH yang meninggal dunia.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Seorang jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Wonogiri diketahui meninggal dunia.

Hal ini diungkapkan Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Wonogiri, Fauzi Rokhman Jauhari.

Fauzi mengatakan posisi JCH tersebut sudah digantikan jemaah cadangan.

Ia menyebut, tahun ini ada 298 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci.

Jumlah tersebut sesuai dengan kuota haji Wonogiri pada tahun 2026.

Ia menjelaskan, dari ratusan JCH tersebut terdapat satu calon jemaah yang meninggal dunia.

Kursi jemaah tersebut nantinya akan digantikan oleh jemaah cadangan.

"Kuota tahun ini 298 orang. Ada satu yang meninggal dunia, nanti digantikan dari cadangan," jelasnya.

PROSES IBADAH HAJI. Ini terkait petugas imigrasi di seluruh Indonesia menunda keberangkatan sebanyak 1.243 warga negara Indonesia (WNI) selama periode 23 April hingga 1 Juni 2025.
ILUSTRASI. Suasana ibadah haji tahun lalu. Di Wonogiri ratusan JCH akan berangkat tahun 2026 ini. (Tribun Solo / Istimewa)

Kuota Meningkat dari Tahun Lalu

Adapun jumlah kuota tahun ini meningkat dibandingkan 2025.

Pada tahun lalu, kuota haji hanya 252 jemaah.

Menurut dia, kenaikan jumlah kuota itu dipicu perubahan skema penentuan kuota haji secara nasional yang dinilai lebih proporsional.

Sebelumnya, kuota dihitung berdasarkan rasio jumlah penduduk Muslim, kini mengacu pada panjangnya antrean di masing-masing daerah.

Baca juga: 298 Jemaah Calon Haji Wonogiri Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

Baca juga: Mengenal Kartu Nusuk, Kartu yang Wajib Dibawa Jemaah Calon Haji Boyolali Selama di Tanah Suci

"Kalau sekarang berdasarkan lama antrean. Daerah yang antreannya panjang akan mendapat penyesuaian kuota," jelasnya.

Ia menjelaskan dengan adanya skema tersebut, masa tunggu haji di Wonogiri mulai berkurang.

Dari yang sebelumnya mencapai sekitar 32 tahun, kini turun menjadi sekitar 26 tahun.

Adapun saat ini jumlah antrean haji di Wonogiri tercatat sekitar 7.000 orang.

Menurutnya, jumlah pendaftar relatif stabil dan seimbang dengan jemaah yang berangkat.

"Pendaftarnya relatif stabil, hampir seimbang dengan jumlah yang berangkat tiap tahun," paparnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved