Banjir di Solo Raya
Aktivitas Warga Grogol Sukoharjo Setelah Banjir: Bersih-bersih Rumah
Warga membersihkan rumah mereka setelah banjir di Sukoharjo surut. Beberapa menjemur kasus dan lain sebagainya.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Banjir di Kampung Tanjunganom, Sukoharjo memaksa warga mengungsi dan kini harus membersihkan rumah serta perabot yang terendam.
- Pasca banjir, warga terlihat sibuk menjemur kasur, pakaian, dan barang rumah tangga sebagai bagian dari pemulihan.
- Wilayah ini menjadi titik terakhir genangan, dengan air baru surut Rabu malam, lebih lama dibanding daerah lain yang sudah kering sejak siang hari.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Banjir memberikan dampak pada warga Kampung Tanjunganom RT IV RW V, Kelurahan Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Bukan hanya harus mengungsi, warga juga harus membersihkan rumah setelah banjir surut.
Kondisi ini terlihat pada Kamis (16/4/2026).
Warga yang sebelumnya terdampak banjir kini tampak sibuk menjemur kasur, pakaian, hingga berbagai perabot rumah tangga yang sempat terendam air.
Pemandangan aktivitas bersih-bersih tersebut menghiasi hampir seluruh sudut kampung, menandai proses pemulihan pascabanjir yang melanda wilayah itu sejak beberapa hari sebelumnya.
Banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Sukoharjo pada Selasa malam hingga Rabu dini hari.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah anak sungai meluap dan merendam permukiman warga, terutama di Kecamatan Grogol.
Kampung Tanjunganom menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah dan bahkan menjadi lokasi terakhir yang masih tergenang air dibandingkan wilayah lainnya.
Salah seorang warga, Dimas Aryanto, mengungkapkan bahwa Kampung Tanjunganom merupakan titik terakhir yang masih terendam banjir hingga Rabu malam, sementara wilayah lain sudah lebih dulu surut sejak siang hari.
“Kampung sini titik terakhir yang masih banjir pada Rabu malam. Tempat lain siang hari sudah surut,” kata Dimas saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (16/4/2026).
Air Surut Rabu Malam
Dimas menjelaskan, air mulai berangsur surut pada Rabu malam dan benar-benar hilang sekitar pukul 22.00 WIB.
Setelah kondisi dinyatakan aman, warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.
“Surut total itu jam 10 malam, air sudah tidak ada lagi. Warga yang sempat mengungsi langsung bersih-bersih dan dilanjut pagi ini,” jelasnya.
Sejak pagi hari, aktivitas warga terfokus pada pembersihan lumpur yang mengendap di dalam rumah serta menjemur barang-barang yang basah akibat banjir, seperti kasur, pakaian, dan perabotan rumah tangga.
| Cerita Ketua RT Tanjunganom Sukoharjo Saat Banjir: Warga Mengungsi ke Rumah Bertingkat dan Pos Ronda |
|
|---|
| Cerita Ratusan KK Warga Tanjunganom Sukoharjo Terdampak Banjir, Jelang Tengah Malam Bereskan Lumpur |
|
|---|
| Banjir Sukoharjo 2026 Bangkitkan Ingatan Warga pada 2007, Air Tembus Lebih dari 1 Meter di Kwarasan |
|
|---|
| Tanjunganom Jadi Titik Terakhir Tergenang Banjir di Sukoharjo, Air Baru Surut Rabu Malam |
|
|---|
| Pemprov Jateng Beri Bantuan Masyarakat Solo Raya yang Terdampak Banjir, Dari Makanan hingga Kasur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pemandangan-kasur-pakaian-hingga-berbagai-perabot-rumah-tangga.jpg)