Ibadah Haji 2026

JCH Tertua di Karanganyar Berangkat Haji 2026, Istri Sempat Tak Masuk Daftar

Ada cerita dari Jemaah Calon Haji di Karanganyar, ini terkait istrinya yang sempat tak masuk daftar panggilan.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
CALHAJ TERTUA. Calon haji (Calhaj) asal Karanganyar Harsono (90) warga RT 1, RW 6, Dusun Tunggul Rejo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (17/4/2026). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto) 

Ringkasan Berita:
  • Pasutri asal Karangpandan, Karanganyar, Harsono (90) dan Mariyem (66) berangkat haji 2026 ke Mekkah dan Madinah.
  • Sempat hanya Harsono yang dipanggil, namun ia meminta agar istrinya bisa ikut berangkat bersama rombongan gabungan.
  • Biaya haji dikumpulkan sejak 2013 dari hasil jual sapi dan bertani setelah anak-anaknya menikah.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO COM, KARANGANYAR - Pasangan suami istri asal Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Harsono (90) dan Mariyem (66), berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji 2026.

Sebelumnya, istrinya sempat tidak masuk dalam daftar calon haji yang berangkat tahun ini dari Kabupaten Karanganyar.

Harsono mengaku mendaftar haji bersama istrinya.

Namun, pada tahun 2025, hanya dirinya yang dipanggil untuk berangkat haji tahun 2026.

"Awalnya saya dan istri mendaftar bareng, namun yang katut (masuk daftar) hanya saya," kata Harsono.

Harsono mengatakan saat itu ia meminta agar istrinya bisa berangkat haji bersama.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Jateng Siap Diberangkatkan, Wakil Gubernur Taj Yasin: Tidak Terganggu Perang

Pasalnya, ia ingin berangkat haji bersama istrinya.

"Nek diangkat dewe, bojo kulo angkatnya jeng nopo (kalau berangkat haji sendiri, istri saya berangkat kapan), terus bojo kulo diangkat bareng gabungan (terus istri saya diberangkatkan tahun ini dengan rombongan gabungan)," kata dia.

Ia mengatakan, dirinya bersama istrinya mendaftar sebagai jemaah calon haji (JCH) pada 2020.

Dia menuturkan, biaya pendaftaran haji berasal dari tabungan hasil jual sapi dan bertani.

"Saya punya niat berangkat haji sejak 2013, setelah semua anak saya menikah. Setelah itu saya memelihara sapi, kemudian dijual saat Idul Fitri lalu beli lagi, dan bertani. Uang dari hasil tani dan jual sapi itu ditabung untuk biaya berangkat haji," pungkasnya.

Niat Sejak Tahun 2013

Niat Harsono (90) berangkat haji sejak 2013.

Kini kakek buyut satu ini bisa berangkat ibadah haji tahun ini dengan usaha sendiri.

Saat ditemui TribunSolo.com, Harsono mengaku bersama istri mendaftar haji pada tahun 2020 atau saat pandemi.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved