Kemarau di Solo Raya
Dampak El Nino di Karanganyar, Petani Bawang Panen Justru Lebih Cepat, Ini Sebabnya
El Nino di Karanganyar menguntungkan petani hortikultura karena mempercepat pertumbuhan dan panen bawang.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- El Nino di Karanganyar berdampak berbeda pada sektor pertanian, mengganggu petani padi karena cuaca tidak menentu antara hujan dan kemarau.
- Petani hortikultura, khususnya bawang, justru diuntungkan karena cuaca panas mempercepat pertumbuhan tanaman dan mempercepat masa panen.
- Dinas Pertanian Karanganyar menyebut kondisi El Nino membuat proses pembentukan umbi lebih optimal sehingga hasil panen hortikultura meningkat.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Fenomena cuaca El Nino yang biasanya berdampak negatif pada sektor pertanian ternyata membawa keuntungan tersendiri bagi sebagian petani hortikultura di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kondisi cuaca panas dan minim hujan justru mempercepat pertumbuhan tanaman, terutama bawang, sehingga masa panen menjadi lebih singkat.
Meski El Nino membuat petani padi kesulitan akibat cuaca yang tidak menentu, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dipertan PP) Karanganyar menyebut ada sisi positif yang dirasakan petani hortikultura.
“Meskipun badai El Nino membuat proses pertanian padi terganggu, namun untuk petani Hortikultura (bawang) malah senang,” kata Plt. Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, Rabu (22/4/2026).
El Nino Jadi Momentum Panen Lebih Cepat untuk Bawang
Menurut Feriana, petani hortikultura di Karanganyar justru diuntungkan dengan kondisi cuaca panas yang terjadi selama El Nino.
Hal ini terutama dirasakan oleh petani bawang yang menjadi salah satu komoditas unggulan di daerah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa suhu panas di dataran tinggi memberikan dampak positif pada proses pembentukan umbi tanaman hortikultura.
“Jika cuaca panas di dataran tinggi itu pengumbiannya besar, sehingga cepat panen, kalau pas kondisi hujan, petani Hortikultura nangis, kalau petani padi sebaliknya,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat pertumbuhan bawang menjadi lebih optimal dan waktu panen lebih cepat dibandingkan saat musim hujan.
Baca juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Ini Imbauan untuk Petani Karanganyar
Dampak Berbeda El Nino: Padi Terganggu, Hortikultura Diuntungkan
Fenomena El Nino menunjukkan dampak yang tidak seragam di sektor pertanian.
Di satu sisi, petani padi menghadapi tantangan serius akibat perubahan cuaca yang tidak stabil, antara hujan dan kemarau yang sulit diprediksi.
Namun di sisi lain, petani hortikultura seperti bawang justru merasakan keuntungan karena kondisi kering mendukung pertumbuhan tanaman tertentu.
(*)
| Petani Karanganyar Diimbau Tak Panik Hadapi El Nino, Wajib Terapkan Pola Budidaya Hemat Air |
|
|---|
| Hadapi El Nino 2026, Petani Karanganyar Dianjurkan Gunakan Benih Padi Genjah |
|
|---|
| Dampak El Nino di Karanganyar : Petani Padi Merugi, Hortikultura Justru Untung |
|
|---|
| BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Ini Imbauan untuk Petani Karanganyar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-bawang-merah-yang-kini-mengalami-kenaikan-harga-hingga-100-persen-pasca-lebaran.jpg)