Remaja Tertemper Kereta Api di Sragen

Keluarga Remaja Tertemper KA di Sragen Tolak Autopsi, Buat Surat Pernyataan

Keluarga korban tertemper kereta di Sragen menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi pada jenazah.

TribunSolo.com/Istimewa
KECELAKAAN - Seorang remaja berusia 12 tahun tewas setelah tertemper kereta api Joglosemarkerto saat melintas di rel di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Saat kejadian, korban sedang menuntun sepeda dari arah barat ke timur dengan maksud menyeberangi rel kereta api. (TribunSolo.com/Istimewa) 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga remaja 12 tahun korban tertemper KA di Sragen menolak autopsi dan menganggap kejadian sebagai musibah.
  • Korban bernama Caesar Chiko Purnama (12), warga Gemolong, meninggal usai tertabrak kereta di Kwangen, Jumat (24/4/2026).
  • Pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan langsung memakamkan jenazah.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Keluarga remaja 12 tahun yang tertemper kereta api di Sragen menolak autopsi.

Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah.

Kapolsek Gemolong, AKP Liyan Prasetyo membenarkan hal tersebut.

Korban adalah Caesar Chiko Purnama (12), warga Dukuh Sidodadi, Kelurahan/Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.

Keluarga menyatakan menolak jenazah untuk dilakukan autopsi.

Baca juga: Kondisi Korban Tertemper KA di Sragen, Remaja 12 Tahun Alami Luka Berat di Kepala

Kejadian ini tepatnya terjadi di wilayah Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore.

"Keluarga korban tidak menghendaki dilakukan autopsi. Selanjutnya pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan autopsi, dan hari ini jenazah dimakamkan," kata dia, Jumat (24/4/2026).

Kronologi Kejadian

Remaja 12 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, tewas tertemper kereta api Joglosemarkerto saat melintas di wilayah Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore.

Remaja itu tewas saat hendak menyeberang rel kereta dengan menuntun sepedanya.

Kapolsek Gemolong AKP Liyan Prasetyo mengatakan, kronologi awal, Caesar Chiko Purnama (12), warga Dukuh Sidodadi, Kelurahan/Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, hendak menyeberang rel kereta api di wilayah Kelurahan Kwangen sekitar pukul 16.15 WIB.

"Korban saat itu hendak menyeberang rel kereta api dengan menuntun sepeda angin merek Polygon," kata Liyan, Jumat (24/4/2026).

Liyan mengatakan, pada waktu bersamaan kereta api Joglosemarkerto melintas dari arah utara ke selatan.

KECELAKAAN - Seorang remaja berusia 12 tahun tewas setelah tertemper kereta api Joglosemarkerto saat melintas di rel di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Saat kejadian, korban sedang menuntun sepeda dari arah barat ke timur dengan maksud menyeberangi rel kereta api.
KECELAKAAN - Seorang remaja berusia 12 tahun tewas setelah tertemper kereta api Joglosemarkerto saat melintas di rel di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Saat kejadian, korban sedang menuntun sepeda dari arah barat ke timur dengan maksud menyeberangi rel kereta api. (TribunSolo.com/Istimewa)

Jarak Terlalu Dekat

Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan itu tak terelakkan.

Remaja itu tertemper kereta api bersama sepeda yang dituntunnya.

"Akibat kejadian itu, kepala korban mengenai badan kereta hingga mengakibatkan korban meninggal dunia," kata dia.

Pasca kejadian itu, tubuh korban dibawa ke Rumah Sakit Assalam Gemolong untuk diperiksa. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved