Buruh Sukoharjo
Efisiensi Buruh Industri Plastik Sukoharjo Imbas Konflik Global : Jam Kerja Dipangkas Lembur Dihapus
Industri plastik Sukoharjo terdampak konflik global, perusahaan mulai efisiensi tenaga kerja.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Konflik Timur Tengah memicu kenaikan harga bahan baku plastik yang berdampak pada industri plastik di Sukoharjo, Jawa Tengah, sehingga perusahaan mulai melakukan efisiensi operasional.
- Efisiensi tersebut berupa pembatasan jam kerja dan penghapusan lembur, yang berdampak langsung pada penurunan pendapatan buruh di sektor industri plastik.
- Serikat buruh mencatat sudah ada puluhan pekerja terdampak dan meminta pemerintah menjaga stabilitas harga serta melindungi tenaga kerja industri.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memberikan efek domino terhadap sektor industri di Indonesia.
Salah satu yang paling terdampak adalah industri plastik di Kabupaten Sukoharjo, yang kini mulai menerapkan efisiensi tenaga kerja akibat lonjakan harga bahan baku.
Sejumlah perusahaan industri plastik di wilayah tersebut dilaporkan melakukan penyesuaian operasional untuk menekan biaya produksi.
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas kerja buruh, mulai dari pembatasan jam kerja hingga penghapusan lembur.
Ketua Serikat Buruh Sukoharjo, Sukarno, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kenaikan harga bahan baku plastik yang cukup signifikan dan berdampak pada operasional perusahaan.
“Untuk sementara ini yang kami terima memang benar harga plastik sedang naik. Perusahaan di industri plastik banyak yang melakukan efisiensi, otomatis mengurangi aktivitas karyawan atau buruh. Misalnya jam kerja dibatasi, bahkan lembur juga ditiadakan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Dampak Langsung ke Pendapatan Buruh
Menurut Sukarno, kebijakan efisiensi tersebut memberikan dampak langsung terhadap pendapatan para pekerja. Berkurangnya jam kerja dan ditiadakannya lembur membuat penghasilan buruh ikut tertekan di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Ia menilai kondisi ini cukup memprihatinkan, terutama bagi buruh yang menggantungkan pendapatan dari jam kerja tambahan.
Puluhan Buruh Terdampak Efisiensi
Sukarno juga menyebutkan bahwa di Kabupaten Sukoharjo sendiri sudah ada sejumlah perusahaan industri plastik yang mulai menerapkan kebijakan efisiensi tenaga kerja.
Meski data pasti jumlah buruh yang terdampak belum dapat dipastikan, pihaknya memperkirakan sudah ada puluhan pekerja yang merasakan dampaknya secara langsung.
“Beberapa perusahaan industri plastik di Sukoharjo sudah mulai melakukan efisiensi. Untuk jumlah totalnya memang belum pasti, tapi sudah ada puluhan karyawan yang terdampak,” tambahnya.
Baca juga: Bahan Baku Naik, Buruh Industri Plastik di Sukoharjo Terhimpit: Kebutuhan Naik Gaji Turun
Harapan Buruh ke Pemerintah
Di tengah situasi tersebut, para buruh berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk meredam dampak gejolak global.
Harapan utama mereka adalah stabilitas harga bahan baku plastik serta perlindungan terhadap keberlangsungan tenaga kerja di sektor industri.
(*)
| Sejumlah Perusahaan Plastik di Sukoharjo Lakukan Efisiensi Tenaga Kerja, Terdampak Geopolitik Global |
|
|---|
| Cara Buruh Sukoharjo Rayakan May Day 2026, Lakukan Kegiatan yang Menyehatkan dan Aksi Sosial |
|
|---|
| Bahan Baku Naik, Buruh Industri Plastik di Sukoharjo Terhimpit: Kebutuhan Naik Gaji Turun |
|
|---|
| May Day 2026: Buruh Minta Pemkab Tarik Investor ke Sukoharjo, Lapangan Kerja Semakin Luas |
|
|---|
| May Day di Sukoharjo Digelar Santai: Buruh Pilih Senam Bersama Sambil Suarakan Aspirasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Toko-plastik-di-Kecamatan-Grogol-343.jpg)