Buruh Sukoharjo

May Day 2026: Buruh Minta Pemkab Tarik Investor ke Sukoharjo, Lapangan Kerja Semakin Luas

Hari Buruh Internasional menjadi kesempatan penting untuk mendorong perubahan yang lebih baik, terutama dalam sektor ketenagakerjaan.

TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
ILUSTASI - Buruh yang tergabung dalam Forum Peduli Buruh Sukoharjo membentangkan sepanduk yang bertuliskan tuntutan dan harapan di hari buruh internasional 2025 di GOR Jombor Sukoharjo, Kamis (1/5/2025). Tidak melalui aksi turun ke jalan, aliansi buruh ini memilih cara berbeda dengan menggelar senam bersama dan hiburan musik di GOR Jombor Sukoharjo. 
Ringkasan Berita:
  • Momentum May Day tetap dimaknai sebagai hari penuh harapan bagi kalangan buruh.
  • Hari Buruh Internasional menjadi kesempatan penting untuk mendorong perubahan yang lebih baik, terutama dalam sektor ketenagakerjaan.
  • Buruh berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan yang tengah dihadapi para pekerja, khususnya terkait kondisi industri yang saat ini sedang tidak stabil.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh setiap 1 Mei menjadi momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan harapan dan tuntutan.

Di Kabupaten Sukoharjo, peringatan tahun 2026 nantinya dikemas berbeda.

Para buruh tidak turun ke jalan, melainkan menggelar kegiatan senam bersama dan bakti sosial.

Baca juga: May Day di Sukoharjo Digelar Santai: Buruh Pilih Senam Bersama Sambil Suarakan Aspirasi

Baca juga: Berbasis Asrama, Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Tampung 1.080 Siswa, Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

Meski berlangsung lebih santai, momentum May Day tetap dimaknai sebagai hari penuh harapan bagi kalangan buruh.

Ketua Serikat Buruh Sukoharjo, Sukarno, menyampaikan Hari Buruh Internasional menjadi kesempatan penting untuk mendorong perubahan yang lebih baik, terutama dalam sektor ketenagakerjaan.

Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan yang tengah dihadapi para pekerja, khususnya terkait kondisi industri yang saat ini sedang tidak stabil.

“Harapan kami, pemerintah bisa mencari solusi, termasuk membuka peluang investor baru agar lapangan kerja semakin luas dan mampu menyerap tenaga kerja,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, masuknya investor baru sangat dibutuhkan untuk menggerakkan kembali sektor industri, terutama tekstil, garmen, dan plastik yang saat ini mengalami tekanan.

Dengan demikian, peluang kerja bagi masyarakat juga semakin terbuka.

Di sisi lain, meski tidak menggelar aksi unjuk rasa, para buruh tetap akan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

"Kami sudah mempersiapkan lima hingga enam poin tuntutan yang akan disampaikan dalam pertemuan tanggal satu mei, Aspirasi itu mencakup berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi buruh saat ini," terangnya. (*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved