Breaking News

Agenda Solo

Siap-siap Warga Solo Raya! Sensus Ekonomi 2026 Bakal Digelar Mei–Agustus

Kegiatan ini menjadi kompas penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi nasional, termasuk di wilayah Solo Raya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Google Street View/Gmaps Kantor BPS Surakarta
Kantor BPS Surakarta berlokasi di Jl. Lumban Tobing No.6, Setabelan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Melalui Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah akan kembali menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), sebuah agenda besar yang hanya dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.

Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 Mei hingga Agustus 2026.

Pendataan mencakup semua pelaku usaha, mulai dari UMKM, pedagang kaki lima, usaha rumahan, online shop, hingga perusahaan besar di seluruh sektor (kecuali pertanian) untuk memotret peta ekonomi nasional.

Kegiatan ini menjadi kompas penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi nasional, termasuk di wilayah Solo Raya.

Bagi masyarakat di Surakarta dan sekitarnya seperti Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, Sragen hingga Wonogiri, sensus ini punya peran besar. 

SE2026 hadir untuk memotret kondisi ekonomi terkini setelah pandemi, mulai dari usaha kecil di kampung hingga bisnis yang sudah berkembang.

Hasil pendataan ini nantinya akan digunakan pemerintah untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, sekaligus membantu pelaku usaha lokal membaca peluang dan menyusun strategi ke depan.

Baca juga: BPS Klaten Siapkan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Berlangsung Mei-Juli, Data Usaha Digital Jadi Sorotan

Tak tanggung-tanggung, sekitar 30 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia akan menjadi sasaran sensus ini.

Di Solo Raya sendiri, berbagai jenis usaha akan didata, mulai dari UMKM batik, kuliner khas, toko kelontong, hingga pelaku usaha digital seperti penjual online dan kreator konten.

Berbeda dari sensus sebelumnya, SE2026 juga menyoroti tren ekonomi masa kini, seperti perkembangan ekonomi digital, kekuatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, hingga perhatian terhadap usaha yang ramah lingkungan.

Untuk pelaksanaannya, pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Juli 2026, dengan kemungkinan aktivitas sensus masih terasa hingga Agustus di beberapa wilayah.

Petugas dari BPS akan datang langsung ke tempat usaha untuk melakukan wawancara, sehingga masyarakat diimbau untuk bersiap dan menerima dengan baik.

BPS juga memastikan bahwa seluruh data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik, bukan untuk keperluan perpajakan secara langsung.

Karena itu, kejujuran dan partisipasi warga menjadi kunci utama agar data yang dihasilkan benar-benar akurat.

Dengan ikut serta dalam Sensus Ekonomi 2026, warga Solo Raya tidak hanya sekadar didata, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat, inklusif, dan siap bersaing menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga: BPS Anggap Biaya Hidup di Solo Disebut Cukup Rp1,7 Juta, Serikat Pekerja Tak Sepakat, Ini Alasannya

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved