Hari Buruh 2026
Jelang Hari Buruh, Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Kirim Pesan ke Kurator : Segera Lelang Aset!
Eks karyawan mendesak kurator untuk segera melelang aset bangunan milik Sritex karena sudah lelah menunggu lebih dari satu tahun.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Forum Eks Karyawan Sritex memastikan tidak akan menggelar agenda kegiatan khusus dalam peringatan May Day atau Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei.
- Momen ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai harapan, khususnya kepada kurator yang saat ini menangani aset perusahaan, serta kepada pemerintah pusat.
- Eks karyawan mendesak kurator untuk segera melelang aset bangunan milik Sritex.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dimaknai berbeda oleh para eks karyawan Sritex.
Momen ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai harapan, khususnya kepada kurator yang saat ini menangani aset perusahaan, serta kepada pemerintah pusat.
Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, mengungkapkan masih banyak aspirasi yang ingin disampaikan, terutama terkait kepastian nasib para pekerja yang terdampak.
Baca juga: Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah 2 Kali Dilelang, Eks Karyawan Minta Kurator Sampaikan Hasil
“Kalau harapan, tentu banyak yang harus kami sampaikan, terutama kepada kurator dan juga pemerintah pusat. Mudah-mudahan mereka memikirkan kelangsungan hidup para eks karyawan Sritex yang saat ini sudah non produktif,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Agus juga menyoroti proses penanganan aset perusahaan yang dinilai berjalan cukup lama.
Ia berharap kurator segera mengambil langkah konkret, khususnya terkait lelang aset bangunan milik Sritex.
“Kepada kurator, kami ingin menyampaikan bahwa sudah lebih dari satu tahun kami menunggu. Kami mohon segera dilakukan lelang aset bangunan, agar teman-teman yang menantikan pesangon ini memiliki harapan dan pegangan untuk melanjutkan hidup,” tegasnya.
Tegaskan Tak Ada Aksi di May Day
Meski bertepatan dengan peringatan May Day pada 1 Mei, Forum Eks Karyawan Sritex memastikan tidak akan menggelar agenda kegiatan khusus.
Mereka memilih menjadikan momentum ini sebagai refleksi sekaligus penyampaian aspirasi secara damai.
Meski tanpa aksi, tuntutan terkait kepastian pesangon dan hak-hak pekerja tetap menjadi fokus utama.
Baca juga: Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Pastikan Tak Ada Aksi di Hari Buruh, Fokus Tuntut Kejelasan Pesangon
Keputusan ini diambil di tengah kondisi para eks pekerja yang masih menghadapi ketidakpastian, terutama soal penyelesaian hak finansial yang belum tuntas.
Harapan Tetap Disuarakan
Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki agenda kegiatan khusus pada peringatan Hari Buruh tahun ini.
“Untuk agenda kegiatan dari kami, tidak ada aksi pada 1 Mei ini. Namun, kami memiliki banyak harapan yang ingin disampaikan, terutama kepada kurator dan pemerintah pusat,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Meski memilih tidak turun ke jalan, para eks karyawan tetap ingin suara mereka didengar, khususnya oleh pihak kurator dan pemerintah pusat yang dinilai memiliki peran penting dalam penyelesaian persoalan ini.
Agus menegaskan bahwa perhatian serius terhadap nasib para eks pekerja sangat dibutuhkan, terutama bagi mereka yang sudah tidak lagi produktif.
Desakan soal Aset
Ia juga mendesak agar proses penyelesaian aset perusahaan segera dilakukan guna memberikan kepastian bagi para pekerja yang telah menunggu cukup lama.
“Kami sudah lebih dari satu tahun menunggu. Kami mohon kepada kurator agar segera dilakukan lelang aset bangunan, sehingga teman-teman memiliki harapan dan pegangan untuk melanjutkan hidup,” tambahnya.
Menurutnya, kejelasan terkait pesangon menjadi hal yang sangat krusial.
Baca juga: Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah Dua Kali Dilelang, Hasilnya Belum Optimal
Dana tersebut diharapkan bisa membantu para eks karyawan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.
Selain kepada kurator, eks karyawan Sritex juga berharap pemerintah pusat turun tangan memberikan solusi konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-lengang-di-pabrik-PT-Sritex-Sukoharjo-pasca-lima-hari-resmi-tutup-permanen.jpg)