Sritex Tutup Permanen
Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah Dua Kali Dilelang, Hasilnya Belum Optimal
Lelang aset Sritex baru hasilkan Rp850 juta, eks karyawan soroti transparansi kurator.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Lelang aset Sritex baru dua kali digelar dan masih terbatas pada kendaraan, dengan hasil dinilai belum signifikan.
- Pada lelang pertama, satu kendaraan terjual Rp850 juta, total mendekati Rp1 miliar, namun belum berdampak besar.
- Eks karyawan menunggu lelang tahap ketiga dan mendorong transparansi kurator terkait hasil penjualan aset.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perkembangan lelang aset PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) kembali menjadi sorotan.
Pada lelang pertama, tercatat satu kendaraan dengan nilai cukup tinggi berhasil terjual sekitar Rp850 juta, sehingga total hasilnya diperkirakan mendekati Rp1 miliar.
Namun, capaian tersebut dinilai belum signifikan oleh eks karyawan.
“Kalau kita bicara khusus Sritex, memang baru ada lelang kendaraan. Sudah dua kali dilakukan, tetapi hasilnya kurang memuaskan atau tidak signifikan,” ujar Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, Rabu (22/4/2026).
Lelang Aset Sritex Baru Menyasar Kendaraan
Hingga kini, proses penjualan aset Sritex melalui lelang telah berlangsung dua kali.
Namun, aset yang dilepas masih terbatas pada kendaraan operasional.
Pada lelang pertama, hanya lima unit kendaraan yang ditawarkan.
Dari jumlah tersebut, satu unit dengan harga tinggi menjadi penyumbang terbesar nilai penjualan.
Agus menjelaskan bahwa meski ada kendaraan bernilai tinggi, total hasil lelang tetap belum mampu memberikan dampak berarti terhadap keseluruhan proses penyelesaian aset.
Baca juga: Eks Karyawan Tak Peduli Kasus Hukum Bos Sritex Sukoharjo, Lebih Pikirkan soal Kurator Urus Pesangon
Lelang Kedua Bertambah, Nilai Masih Dipertanyakan
Memasuki lelang kedua, jumlah kendaraan yang dilepas meningkat menjadi enam unit.
Namun, kendaraan yang dijual berada di kategori harga menengah.
“Lelang kedua ada enam unit, tapi saya tidak melihat total nilainya. Itu mobil-mobil dengan harga menengah. Secara keseluruhan, dua kali lelang ini belum signifikan hasilnya,” jelasnya.
Kondisi ini membuat eks karyawan menilai bahwa proses penjualan aset belum berjalan optimal, baik dari sisi jumlah maupun nilai aset yang dilepas.
Baca juga: 8.475 eks Buruh Sritex Sukoharjo Cemas, Pesangon dan THR Total Rp248 Miliar Tak Kunjung Dibayar
Eks Karyawan Soroti Transparansi Kurator
Selain hasil lelang yang dinilai belum maksimal, eks karyawan juga menyoroti pentingnya transparansi dari pihak kurator.
| Eks Buruh Sritex Sukoharjo Desak Percepatan Penjualan Aset Agar Pesangon Rp248 Miliar Segera Dibayar |
|
|---|
| 8.475 eks Buruh Sritex Sukoharjo Cemas, Pesangon dan THR Total Rp248 Miliar Tak Kunjung Dibayar |
|
|---|
| Eks Karyawan Tak Peduli Kasus Hukum Bos Sritex Sukoharjo, Lebih Pikirkan soal Kurator Urus Pesangon |
|
|---|
| Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah 2 Kali Dilelang, Eks Karyawan Minta Kurator Sampaikan Hasil |
|
|---|
| Bos Sritex Sukoharjo Dituntut 16 Tahun Bui dan Denda Rp 677 M, eks Karyawan : Tak Berdampak ke Kami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-Aset-PT-Sri-Rejeki-Isman-Tbk-Sritex-yang-akan-dilelang.jpg)