Jembatan Ambrol di Boyolali
Separuh Ambrol, Jembatan di Jalan Tape Baru Mojosongo Boyolali Kini Ditutup Total
Meski masih ada separuh badan jembatan, namun jembatan dengan konstruksi bata merah itu berbahaya untuk dilintasi.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Jembatan di Jalan Tape Baru, Mojosongo terancam putus setelah pembatas dan sebagian badan ambrol.
- Dishub menutup total akses dengan water barrier karena kondisi membahayakan.
- Tidak ada korban jiwa, arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif sekitar.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Jembatan di jalan Tape Baru, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, terancam putus, Senin (4/5/2026).
Awalnya, pembatas jembatan sisi timur yang ambrol akibat pondasinya terkikis derasnya air.
Namun, belum lama ini giliran badan jembatan yang ambrol.
Baca juga: Tak Kuat Tahan Guyuran Hujan Deras Setengah Jam, 2 Talud di Desa Doplang Karanganyar Ambrol
Meski masih ada separuh badan jembatan, namun jembatan dengan konstruksi bata merah itu berbahaya untuk dilintasi.
Ditutup Total
Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, Dinas Perhubungan (Dishub) menutup total jembatan tersebut.
Dishub memasang water barrier di kedua ujung jembatan.
Selain itu, beberapa mobil dagangan showroom mobil yang ada di utara jembatan itu juga diparkirkan di jalan.
Arus Lalin Dialihkan Sementara
Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan melalui jalan kabupaten/provinsi terdekat atau menggunakan jalur desa di sekitar yang terhubung dengan jembatan lain di sisi hulu atau hilir.
Meski menjadi jalur penghubung antara jalan Solo-Semarang dengan Jalan Boyolali-Klaten, namun pengendara tak sulit untuk mencari jalur alternatif.
Pengendara bisa melalui jalan Ir Soekarno, kompleks Pemkab Boyolali atau melalui jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali.
"Awalnya pembatas jembatan yang ambrol. Terus melebar hingga badan jembatan," kata Erwinsyah, salah satu warga sekitar.
Baca juga: Atap Pintu Gapit Barat Keraton Solo Ambrol, Kerusakan Diperkirakan Mencapai 50-70 Persen
Ambrol 3 Hari Lalu
Robohnya separuh badan jembatan ini terjadi Jumat (1/5/2026) siang pekan lalu.
Saat itu, arus lalu lintas sepi.
"Tahu-tahu mak blekk (separuh jembatan roboh)," ujarnya.
Beruntung, tak ada korban saat peristiwa itu terjadi mengingat separuh badan jembatan yang ambrol juga sudah ditutup. (*)
| Agenda Solo Hari Ini Senin 4 Mei 2026 : Ada Wayang Orang Sriwedari dan Jazz Triwindu |
|
|---|
| Hampir 50 Calon Haji Ilegal Digagalkan Berangkat ke Arab Saudi, Terjaring di Bandara Soeta dan Medan |
|
|---|
| Pertamina Apresiasi Pengungkapan Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, Perkuat Pengawasan Distribusi |
|
|---|
| Turis Asing Ikut Event Klaten Menari, Bupati Hamenang Sebut Potensi Internasional Terbuka Lebar |
|
|---|
| 850 Penari Meriahkan Prambanan Klaten, Bupati Hamenang Dorong Penetapan Pusat Tari Nusantara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-jembatan-Jalan-Tape-Baru-di-Kecamatan-Mojosongo-Kabupaten-Boyolali-yang-ambrol-separuh.jpg)