Fakta Menarik Tentang Klaten
Asal-usul Nama Desa Boto Wonosari Klaten : Diyakini Ada Makam Mbah Menggung Eks Prajurit Diponegoro
Desa ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki sejarah unik, masyarakat yang beragam, serta potensi pertanian yang cukup kuat.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Desa Boto di Wonosari, Klaten berjarak 17 km dari Solo, dikenal memiliki sejarah unik dari tumpukan bata yang diyakini makam Mbah Menggung, mantan prajurit Pangeran Diponegoro.
- Desa ini terdiri dari beberapa dukuh seperti Pakis, Jetis, Bakalan, Purworejo, Tanggul, dan Boto, dengan luas 157,55 hektare serta mayoritas lahan sawah produktif.
- Penduduk lebih dari 3.000 jiwa, ekonomi bertumpu pada pertanian dan home industry, didukung fasilitas pendidikan dan kelembagaan desa yang aktif.
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki desa dengan nama-nama yang unik.
Salah satunya adalah Desa Boto yang berada di Wonosari, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Desa ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki sejarah unik, masyarakat yang beragam, serta potensi pertanian yang cukup kuat.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Kalimacan Sragen : Ada Legenda Macan Buruan Demang Pakubuwono III Mati
Lokasinya berjarak 17 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 38 menit kendaraan pribadi.
Asal Usul Nama Desa Boto
Nama “Boto” memiliki cerita yang sarat nilai sejarah.
Berdasarkan tradisi lisan, desa ini terbentuk dari penggabungan Kelurahan Bakalan dan Boto.
Penamaan “Boto” berasal dari tumpukan bata (boto) yang diyakini sebagai lokasi makam Mbah Menggung, seorang mantan prajurit Pangeran Diponegoro.
Konon, masyarakat tidak mengetahui pasti lokasi makam tersebut, namun menemukan tumpukan bata yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan tokoh tersebut.
Dari situlah nama Desa Boto berasal.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Klodran di Karanganyar : Ada Legenda Joko Lodro dan Singo Lodro
Pembagian Wilayah
Secara administratif, Desa Boto terbagi menjadi beberapa dukuh, antara lain:
- Pakis
- Jetis
- Bakalan
- Purworejo
- Tanggul
- Boto
Wilayah ini juga terbagi dalam beberapa RW dan RT yang dikelola oleh dua kepala dusun.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Juwiring di Klaten : Ada Legenda Ki Ageng Juwiring yang Diutus Kerajaan Demak
Luas dan Batas Wilayah
Desa Boto memiliki luas sekitar 157,55 hektare, dengan mayoritas lahan berupa sawah irigasi teknis. Batas wilayahnya meliputi:
- Utara: Desa Wadunggetas dan Sekaran
- Timur: Desa Sekaran dan Bentangan
- Selatan: Desa Bulan, Tlobong, dan Gatak
- Barat: Desa Gatak dan Kepanjen
Kondisi Penduduk
Berdasarkan data tahun 2019, Desa Boto memiliki sekitar 897 kepala keluarga dengan jumlah penduduk lebih dari 3.000 jiwa.
Masyarakatnya bersifat heterogen, baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya, dengan mayoritas beragama Islam.
Pendidikan dan Kelembagaan
Fasilitas pendidikan di desa ini antara lain SD Negeri 3 Boto dan SMA Negeri 1 Wonosari.
| Penjelasan Kenapa Klaten Punya Banyak Umbul Bermata Air Jernih, Berkah dari Gunung Merapi |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Juwiring di Klaten : Ada Legenda Ki Ageng Juwiring yang Diutus Kerajaan Demak |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Wunut di Klaten : Punya Umbul Pelem yang Bawa Berkah Bagi Warganya |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Girpasang di Klaten : Ada Legenda Ki Trunosono Membuka Lahan di Lereng Merapi |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Jungkare di Klaten : Ada Kisah Legenda Nyai Jengkare dan Kyai Ageng Gribig |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Tampak-depan-Kantor-Desa-Boto-di-Wonosari.jpg)