Hantavirus
Waspada Hantavirus, Dinkes Boyolali Ingatkan Bahaya Penularan dari Tikus hingga Picu Gagal Ginjal
Dinkes Boyolali mengingatkan bahaya Hantavirus dari tikus yang bisa sebabkan gagal ginjal.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Hantavirus kembali jadi perhatian setelah kasus kematian di kapal pesiar MV Hondius. Dinkes Boyolali mengingatkan virus ini menular lewat urine, kotoran, dan air liur tikus.
- Gejala Hantavirus meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, sesak napas, hingga risiko gagal ginjal jika terlambat ditangani.
- Dinkes Boyolali meminta warga menjaga sanitasi, menutup akses tikus, dan memakai pelindung saat membersihkan gudang atau rumah kotor.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan merenggut korban jiwa di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina beberapa waktu lalu.
Di Indonesia, sejumlah warga juga dilaporkan masuk kategori suspek virus tersebut.
Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus, penyakit yang ditularkan melalui kotoran, urine, dan air liur tikus.
Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius seperti gagal ginjal hingga gangguan paru-paru apabila terlambat ditangani.
Penularan Hantavirus Paling Sering Saat Bersihkan Gudang atau Rumah Kotor
Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, FX Kristandiyoko, mengatakan penularan Hantavirus paling sering terjadi saat warga membersihkan gudang, loteng, atau rumah yang banyak tikus tanpa menggunakan alat pelindung diri.
"Penularan paling sering terjadi saat warga membersihkan gudang, loteng, atau rumah yang banyak tikus tanpa alat pelindung," kata FX Kristandiyoko.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum tersedia antivirus maupun vaksin spesifik untuk menangani Hantavirus.
“Pengobatan hanya suportif, mulai dari ICU, oksigen, ventilator, ECMO, sampai cuci darah kalau sudah gagal ginjal,” ujarnya.
Gejala Hantavirus yang Harus Diwaspadai
Dinkes Boyolali meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai nyeri otot hebat, terutama di bagian punggung atau paha, sakit kepala, dan memiliki riwayat kontak dengan kotoran tikus dalam kurun 1-8 minggu sebelumnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada jika muncul gejala sesak napas, saturasi oksigen di bawah 94 persen, tekanan darah rendah, hingga produksi urine yang mulai berkurang.
Cara Mencegah Penularan Hantavirus dari Tikus
Untuk mencegah penyebaran Hantavirus, Dinkes Boyolali menekankan tiga langkah utama pengendalian tikus di lingkungan rumah.
Pertama, menutup akses masuk tikus dengan menyumbat lubang lebih dari 0,5 sentimeter dan memasang kawat kasa.
Kedua, memutus sumber makanan tikus dengan menyimpan bahan makanan di wadah tertutup rapat serta membuang sampah setiap hari.
Ketiga, membersihkan kotoran tikus menggunakan metode basah, yakni memakai larutan pemutih dengan perbandingan 1:10 setelah didiamkan selama 5-15 menit sebelum dibersihkan.
Baca juga: Apa Itu Virus Nipah? Dinkes Boyolali Minta Warga Waspadai Kontak dengan Hewan Terinfeksi
Tikus Rumah dan Tikus Got Jadi Pembawa Seoul Virus
| Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 : Lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Tugu |
|
|---|
| Jalan ke Sekolah Siswa SD di Dusun Claket Karanganyar Makin Dekat, Kini Sudah Ada Jembatan |
|
|---|
| Kisah Korban Dugaan Kekerasan Seksual Ayah Kandung di Sukoharjo, Sengaja Pergi dari Rumah |
|
|---|
| Alasan Kader PDIP Pindah ke PSI di Jateng, Disebut Terdampak Sistem Komandante |
|
|---|
| Buka HP, Ibu di Klaten Kaget Temukan Video Anak dan Ayah Tirinya, Langsung Lapor Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Petani-melakukan-pembasmian-tikus.jpg)