Hantavirus
Hantavirus Mirip Flu Biasa, DKK Sukoharjo Minta Warga Waspadai Gejala dan Paparan Tikus
Hantavirus mirip flu biasa. DKK Sukoharjo minta warga waspadai demam tinggi dan paparan tikus.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- DKK Sukoharjo mengingatkan masyarakat mewaspadai hantavirus karena gejalanya mirip flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah.
- Screening dilakukan untuk pasien yang memiliki riwayat kontak dengan tikus, kotoran tikus, gudang, sawah, atau area pascabanjir.
- Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan, memakai alat pelindung saat membersihkan area kotor, dan segera periksa jika muncul gejala hantavirus.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Penyakit hantavirus menjadi perhatian dunia kesehatan karena gejalanya kerap mirip flu biasa atau meriang.
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo mengimbau masyarakat lebih waspada, terutama jika mengalami demam tinggi disertai riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan yang tercemar kotorannya.
Kepala DKK Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, mengatakan gejala awal hantavirus umumnya berupa demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga muntah.
Menurutnya, kondisi tersebut sering menyerupai penyakit infeksi biasa sehingga diperlukan screening atau pemeriksaan faktor risiko oleh tenaga kesehatan.
“Kalau ada masyarakat yang mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual muntah, itu akan dilakukan screening faktor risiko terlebih dahulu oleh petugas kesehatan,” jelasnya, Jumat (15/5/2026).
Gejala Hantavirus Perlu Diwaspadai
Tuti menjelaskan, screening dilakukan untuk mengetahui apakah pasien memiliki riwayat kontak dengan tikus atau kotorannya dalam beberapa waktu terakhir.
Petugas kesehatan juga akan menanyakan aktivitas pasien, seperti membersihkan gudang, berada di area yang banyak tikus, hingga aktivitas di sawah atau wilayah pascabanjir yang rawan paparan hewan pengerat.
“Hantavirus ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya,” ujarnya.
Penularan penyakit ini bisa terjadi melalui udara yang tercemar partikel kotoran tikus maupun sentuhan pada benda yang sudah terkontaminasi.
Jangan Abaikan Demam Tinggi dan Nyeri Otot
Karena gejalanya menyerupai penyakit umum, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi tubuh apabila mengalami demam tinggi, nyeri otot berat, dan keluhan lain yang muncul mendadak.
“Kalau ada gejala yang mengarah dan memiliki faktor risiko, tentu harus segera diperiksa supaya bisa ditangani lebih cepat,” ujarnya.
DKK Sukoharjo juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan hantavirus.
Warga diminta rutin membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus, menggunakan alat pelindung saat membersihkan tempat kotor, serta tidak langsung menyapu kotoran tikus yang sudah mengering karena dapat memicu penyebaran partikel di udara.
Baca juga: Kenali Hantavirus, Penyakit dari Tikus yang Bisa Sebabkan Gangguan Pernapasan dan Ginjal
Cara Mencegah Penularan Hantavirus
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Menjaga kebersihan rumah dan gudang
- Menutup akses masuk tikus ke dalam rumah
- Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor
- Menghindari kontak langsung dengan kotoran tikus
- Segera memeriksakan diri jika mengalami gejala disertai faktor risiko
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat dan screening dini di fasilitas kesehatan, potensi penyebaran hantavirus diharapkan bisa dicegah sejak awal.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/MASKER-Ilustrasi-masker-guna-mencegah-virus-super-flu.jpg)