Kenaikan Dolar
Imbas Dolar AS Naik, Daya Beli Masyarakat di Pasar Jungke Karanganyar Ikut Menurun
Rupiah melemah ke Rp17.653 per Dolar AS, daya beli warga Karanganyar di Pasar Jungke menurun.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Nilai tukar Rupiah melemah hingga Rp 17.653,70 per Dollar AS dan berdampak pada aktivitas ekonomi di Pasar Jungke, Karanganyar.
- Kepala Pasar Jungke Sri Hartoyo menyebut harga bahan pangan seperti gandum dan cabai naik sekitar 5-10 persen akibat penguatan Dolar AS.
- Daya beli masyarakat Karanganyar menurun, terlihat dari kondisi Pasar Jungke yang lebih sepi dan berkurangnya kendaraan di area parkir pasar tradisional.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat hingga menyentuh Rp 17.653,70 per Dolar AS berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Karanganyar.
Kondisi ini terlihat dari menurunnya daya beli warga di Pasar Jungke.
Kondisi pasar tradisional tersebut tampak lebih sepi dibanding hari-hari sebelumnya.
Penurunan aktivitas jual beli disebut mulai terasa sejak nilai Rupiah terus melemah terhadap Dolar AS.
Harga Bahan Pangan Ikut Naik
Kepala Pasar Jungke, Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Sri Hartoyo mengatakan, kenaikan Dolar AS turut mempengaruhi harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional.
Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok membuat masyarakat mengurangi pengeluaran belanja harian.
Dampaknya, jumlah pengunjung pasar tradisional ikut menurun.
"Naiknya dolar juga mempengaruhi harga pangan lainnya, seperti gandum, cabai, dan kenaikan sekira 5 sampai 10 persen," kata Sri Hartoyo, Kamis (21/5/2026).
Pasar Jungke Terlihat Lengang
Sri Hartoyo menjelaskan, penurunan daya beli masyarakat dapat dilihat dari kondisi area parkir Pasar Jungke yang kini tidak lagi seramai sebelumnya.
Ia menyebut, sebelum Rupiah melemah hingga Rp 17.653,70 per Dolar AS, aktivitas di pasar masih cukup ramai.
Sementara itu, berdasarkan pantauan TribunSolo.com pada pukul 10.45 WIB, kondisi Pasar Jungke tampak lengang. Hanya sedikit kendaraan yang terparkir di area depan pintu masuk pasar.
Di dalam pasar, jumlah pengunjung yang berbelanja juga terlihat tidak terlalu banyak. Beberapa lorong pasar tampak sepi dari aktivitas jual beli.
"Daya beli masyarakat menurun. Perbedaan bisa dilihat dengan parkir yang sebelumnya ramai, sekarang menjadi sepi," kata Sri Hartoyo.
Baca juga: Dampak Kenaikan Dolar, Buruh di Karanganyar Khawatir Harga Sembako hingga Potensi PHK
Pedagang Berharap Kondisi Ekonomi Segera Pulih
Sri Hartoyo berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali normal.
"Harapan kami, ditingkat pasar yang paling rendah itu bisa berkembang kembali. Pemerintah bisa melihat perekonomian paling rendah itu di Pasar Tradisional," kata dia.
(*)
| Presiden Madura United Beri Pesan Jelang Lawan PSM, Menang atau Ditikung Persis Solo di Laga Akhir |
|
|---|
| Fakta Baru Kasus Pembacokan Pemuda di Jalan Gatsu Solo, Dipicu Salah Paham saat Berkendara |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 : Waspada Potensi Hujan |
|
|---|
| Fakta Proyek KDKMP Wonodadi Sempat Mangkrak, Dandim Wonogiri : Bukan Karena Kontraktor Minggat |
|
|---|
| Dubes Belanda dan Jerman Gowes di Social Culture Ride Klicfest 2026, Prambanan Jadi Pusat Aktivitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-Pasar-Jungke-Kelurahan-Jungke-KecamatanKabupaten-Karanganyar-Kamis.jpg)