Buruh Karanganyar
Dampak Kenaikan Dolar, Buruh di Karanganyar Khawatir Harga Sembako hingga Potensi PHK
Buruh di Karanganyar khawatir kenaikan dollar memicu harga sembako naik dan ancaman PHK.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Buruh di Karanganyar khawatir kenaikan Dolar terhadap rupiah memicu harga sembako naik dan menurunkan daya beli pekerja.
- Serikat buruh menilai kurs Dolar tinggi bisa berdampak pada kebijakan perusahaan, mulai pengurangan jam kerja hingga ancaman PHK akibat bahan baku impor mahal.
- Banyak buruh di Karanganyar mencari penghasilan tambahan sebagai ojek online dan tukang parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kenaikan nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah mulai memicu kekhawatiran di kalangan buruh di Kabupaten Karanganyar.
Para pekerja menilai kondisi tersebut bisa berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok hingga memengaruhi kebijakan perusahaan terhadap karyawan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Kabupaten Karanganyar, Haryanto, mengatakan dampak melemahnya rupiah sangat dirasakan para buruh, terutama terkait daya beli masyarakat.
Buruh Khawatir Harga Sembako Naik
Menurut Haryanto, kenaikan Dolar terhadap rupiah berpotensi membuat harga sembako semakin mahal dan menurunkan nilai riil gaji buruh.
"Pengaruh Dolar naik terhadap buruh ada terutama harga sembako, mendegradasi nilai gaji, jane bisa untuk kebutuhan ini itu, jadi ini aja," kata Haryanto, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai, jika kondisi kurs Dolar terus tinggi dalam waktu lama, dampaknya bisa semakin luas terhadap industri dan tenaga kerja.
Bahan Baku Impor Bisa Pengaruhi Kebijakan Perusahaan
Haryanto menjelaskan, banyak perusahaan masih bergantung pada bahan baku impor.
Ketika harga impor naik akibat kurs Dolar, perusahaan berpotensi melakukan efisiensi.
"Untuk saat ini mungkin belum begitu berdampak, kalau lama seperti ini akan bisa berdampak, bahan baku, itu impor semua dan mempengaruhi kebijakan perusahaan, seperti hari kerja karyawan dikurangi, jumlah karyawan dikurang dan akan berulang seperti tahun-tahun kemarin, kalau beli bahan baku tinggi mereka akan berhemat," kata dia.
Ia meminta pemerintah pusat maupun daerah lebih serius menjaga stabilitas ekonomi agar kondisi tersebut tidak semakin membebani buruh.
Baca juga: Dolar Naik Picu Kekhawatiran PHK di Sragen, Serikat Pekerja Sebut Buruh Paling Rentan Terdampak
Banyak Buruh Cari Tambahan Penghasilan Jadi Ojol
Tekanan ekonomi juga membuat banyak buruh di Karanganyar mencari pekerjaan sampingan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Haryanto, sejumlah anggota KSPN memilih menjadi pengemudi ojek online sebelum atau sesudah bekerja di pabrik.
"Anggota kami banyak yang bekerja sambilan, seperti ojek online, jadi sebelum/sesudah kerja ojek demi cari uang tambahan," ujarnya.
Baca juga: Pabrik Boneka di Sragen PHK 1.650 Karyawan, Kenaikan Dolar Disebut Ikut Andil Penyebab
SPN Karanganyar Soroti Dampak Sosial
Ketua DPC SPN Karanganyar, Sabat Bambang Ismanto, turut mengungkapkan kekhawatiran serupa.
| Rekomendasi Wisata di Boyolali Jateng : Bukit Sanjaya Tawarkan Latar Megah Merapi dan Merbabu |
|
|---|
| Persis Solo Didenda Rp25 Juta oleh Komdis PSSI, Bukan Gara-gara Flare |
|
|---|
| Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 20 Mei 2026 : Lengkap Cara Beli Tiketnya |
|
|---|
| Info Kuliner Malam di Kota Solo yang Buka Hingga Dini Hari, Buka Jam 9 Malam Tutupnya Subuh |
|
|---|
| 2 Kubu Keraton Solo Bikin Grebeg Suro di Hari Berbeda, Gusti Timoer : Gusti Tedjo Rajanya Siapa? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Buruh-konser-Karanganyar-45.jpg)