Kenaikan Dolar
Dolar AS Naik, Harga Bahan Pangan di Pasar Jungke Karanganyar Ikut Melonjak
Dolar AS naik picu harga pangan di Pasar Jungke Karanganyar meningkat, daya beli warga ikut menurun.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Kenaikan Dolar AS terhadap Rupiah membuat harga bahan pangan di Pasar Jungke, Karanganyar ikut naik sekitar 5-10 persen.
- Kepala Pasar Jungke Sri Hartoyo menyebut komoditas seperti gandum dan cabai terdampak penguatan Dolar AS.
- Naiknya harga pangan menyebabkan daya beli masyarakat menurun, terlihat dari kondisi Pasar Jungke Karanganyar yang kini lebih sepi pembeli.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Kenaikan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah mulai berdampak pada harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional.
Kondisi itu kini dirasakan para pedagang dan pembeli di Pasar Jungke, Kabupaten Karanganyar.
Kepala Pasar Jungke, Sri Hartoyo mengatakan, penguatan Dolar AS membuat harga beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan.
"Naiknya dolar juga mempengaruhi harga pangan lainnya, seperti gandum, cabai, dan kenaikan sekira 5 sampai 10 persen," kata Sri Hartoyo, Kamis (21/5/2026).
Daya Beli Turun
Melemahnya nilai Rupiah hingga mencapai Rp 17.653,70 per Dolar AS disebut ikut mempengaruhi aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Kenaikan harga bahan pangan membuat daya beli masyarakat menurun.
Menurut Sri Hartoyo, kondisi tersebut terlihat dari jumlah pengunjung Pasar Jungke yang tidak seramai biasanya. Area parkir pasar yang sebelumnya penuh kendaraan kini tampak lebih lengang.
"Daya beli masyarakat menurun. Perbedaan bisa dilihat dengan parkir yang sebelumnya ramai, sekarang menjadi sepi," ujarnya.
Baca juga: Imbas Dolar AS Naik, Daya Beli Masyarakat di Pasar Jungke Karanganyar Ikut Menurun
Terlihat Sepi
Berdasarkan pantauan TribunSolo.com sekitar pukul 10.45 WIB, suasana Pasar Jungke terlihat cukup sepi.
Hanya beberapa kendaraan terparkir di area depan pasar.
Di dalam pasar, aktivitas jual beli juga tidak terlalu ramai. Sejumlah lorong pasar tampak lengang dengan jumlah pembeli yang lebih sedikit dibanding hari biasa.
Sri Hartoyo berharap kondisi ekonomi segera membaik agar pasar tradisional kembali ramai dan roda perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak normal.
"Harapan kami, ditingkat pasar yang paling rendah itu bisa berkembang kembali. Pemerintah bisa melihat perekonomian paling rendah itu di Pasar Tradisional," kata dia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-Pasar-Jungke-Kelurahan-Jungke-KecamatanKabupaten.jpg)