Bisnis Properti Solo

Dampak Rupiah Melemah, Harga Material Naik 30 Persen, Bisnis Properti Diprediksi Lesu

Bisnis Properti di Solo Raya diprediksi lesu, ini lantaran harga material yang terdampak melemahnya

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
ILUSTRASI. Potret salah satu perumahan di Colomadu beberapa waktu lalu. Terdampak melemahnya rupiah terhadap dolar, bisnis properti diprediksi lesu. 
Ringkasan Berita:
  • Pelemahan kurs rupiah hingga Rp17.676 per dolar AS disebut berdampak pada sektor properti di Soloraya.
  • Material seperti plastik pipa mengalami kenaikan hingga hampir 30 persen. Kondisi itu dinilai membuat bisnis properti lesu karena daya beli masyarakat ikut menurun.
  • Untuk bertahan di tengah perlambatan ekonomi, pelaku bisnis properti melakukan berbagai penghematan dan memaksimalkan sumber daya yang ada agar penjualan tetap berjalan.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kurs rupiah yang melemah terhadap dolar berdampak pada sejumlah sektor.

Ketua REI Komisariat Solo Raya, Oma Nuryanto, memprediksi harga material yang naik hingga 30 persen membuat bisnis properti lesu.

“Terutama yang plastik pipa naik luar biasa hampir 30 persen. Memang ini dampak daya beli, hampir semua mengalami. Semua sektor mengalami. Daya beli otomatis penjualan akan berkurang,” ungkapnya pada Kamis (21/5/2026) lalu.

Selain harga material yang naik, daya beli juga tergerus akibat sejumlah harga kebutuhan pokok yang ikut naik.

Pihaknya melakukan berbagai upaya untuk memperpanjang napas bisnis properti.

ILUSTRASI. Salah satu perumahan di Kabupaten Karanganyar, Kamis (6/9/2024). Terdampak melemahnya rupiah terhadap dolar, bisnis properti diprediksi lesu.
ILUSTRASI. Salah satu perumahan di Kabupaten Karanganyar, Kamis (6/9/2024). Terdampak melemahnya rupiah terhadap dolar, bisnis properti diprediksi lesu. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Lakukan Penghematan

Salah satunya dengan melakukan penghematan agar penjualan properti tidak timpang dengan daya beli masyarakat.

“Ini menyikapi kondisi ini kita ya semua berat ya. Semua menahan. Semua berhemat. Istilahnya penghematan juga kita lakukan. Memaksimalkan yang ada,” tuturnya.

Saat ini, secara makroekonomi semua bisnis mengalami pelambatan.

Baca juga: Rupiah Melemah Bikin Harga Material Naik 30 Persen, REI Solo Raya Prediksi Bisnis Properti Kian Lesu

Termasuk sektor perbankan yang juga tak luput dari dampak melemahnya kurs rupiah.

“Kalau melambat, makro semua mengalami. Hampir semua bisnis mengalami semua. Teman-teman perbankan juga mengalami,” jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved