Idul Adha 2026
Kata Siapa Orang Desa Tak Terpengaruh Dolar? Penjual Hewan Kurban di Karanganyar Ini Curhat Sedih
Tak hanya mengandalkan lapak di pinggir jalan, promosi lewat Facebook, Instagram hingga TikTok kini jadi strategi baru menarik pembeli.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Pedagang hewan kurban di Karanganyar mulai memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok untuk mendongkrak penjualan jelang Idul Adha 2026 di tengah melemahnya rupiah dan turunnya daya beli masyarakat.
- Omah Qurban Jaya mengaku pemasaran digital cukup efektif.
- Pedagang mengeluhkan penjualan menurun dibanding tahun lalu. Harga kambing turun jadi Rp3-4 juta per ekor, sementara jumlah pembeli dan stok hewan juga berkurang.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Di tengah melemahnya nilai rupiah terhadap Dollar AS dan menurunnya daya beli masyarakat, pedagang hewan kurban di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, harus putar otak karena daya beli kini menurun.
Mereka pun mulai memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan jelang Idul Adha 2026.
Tak hanya mengandalkan lapak di pinggir jalan, promosi lewat Facebook, Instagram hingga TikTok kini jadi strategi baru menarik pembeli.
Baca juga: Warga Wonosari Klaten Curiga Ada Motor Mengapung di Kali, Tak Lama Kemudian Tersiar Kabar Duka
Seorang pedagang yang menerapkan strategi tersebut ialah Omah Qurban Jaya.
Selain membuka lapak kandang dadakan di sepanjang Jalan Solo-Tawangmangu, Desa Papahan, Kecamatan Jaten, mereka juga aktif memasarkan hewan kurban secara daring.
Salah satu anggota Omah Qurban Jaya, Raefan Zulfa Dwitama (22), mengatakan pemasaran melalui media sosial dilakukan agar jangkauan pembeli lebih luas di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
"Kita harus bisa merambah pemasaran yang lebih luas, kita mainkan medsos," kata Zulfa, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, promosi melalui media sosial dinilai cukup efektif untuk menarik calon pembeli hewan kurban, baik sapi, kambing maupun domba.
Zulfa menyebut penjualan secara konvensional tetap berjalan, namun pemasaran digital kini menjadi penopang tambahan untuk meningkatkan transaksi.
Baca juga: Ragil, Sapi Kurban Prabowo di Karanganyar Jalani Karantina Khusus Hingga Bakal Dikawal Polisi
"Di media sosial, kami menjual hewan kurban sapi, kambing dan domba, hasil baik jual konvensi dengan pemasaran melalui media sosial, saat ini sudah terjual sapi 4 ekor, kambing 30 ekor," ungkap dia.
Pantauan TribunSolo.com, sejumlah lapak hewan kurban mulai bermunculan di sepanjang Jalan Lawu, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar menjelang Idul Adha tahun ini.
Curhat Pedagang
Salah satu lapak penjualan hewan kurban di Jalan Lawu, tepatnya di Desa Papahan, Kecamatan Jaten, Karanganyar, mengalami penurunan penjualan pada Idul Adha tahun ini.
Joko Subandono (44), pegawai lapak hewan kurban di kawasan tersebut, mengatakan jumlah hewan yang belum terjual tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
| Sapi dan Kambing Kurban di Karanganyar Kini Dijual via TikTok, Efek Langsung dari Rupiah Melemah |
|
|---|
| Ragil, Sapi Kurban Prabowo di Karanganyar Jalani Karantina Khusus Hingga Bakal Dikawal Polisi |
|
|---|
| Perawatan Sapi Kurban Prabowo di Soloraya, Makan Comboran, Biaya Pakan Tembus Rp 50 Ribu Sehari |
|
|---|
| Pemantauan Hilal di Candi Sukuh Karanganyar Terhalang Awan, Idul Adha Ditetapkan 27 Mei 2026 |
|
|---|
| Sapi Raksasa dari Boyolali Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo, Bobotnya Fantastis! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-lokasi-jual-hewan-kurban-di-sepanjang-Jalan-Lawu.jpg)