Pengadaan Seragam Gratis di Boyolali
DPRD Boyolali Dorong Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Lewat BUMD, Anggaran Capai Rp 11 Miliar
DPRD Boyolali dorong pengadaan seragam sekolah gratis lewat BUMD, anggaran capai Rp 11 miliar.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- DPRD Boyolali mendorong pengadaan seragam sekolah gratis SD dan SMP melalui BUMD agar keuntungan bisa kembali menjadi dividen daerah.
- Pemkab Boyolali menyiapkan anggaran sekitar Rp 11 miliar dari APBD untuk paket seragam OSIS, Pramuka, dan batik bagi siswa baru.
- Disdikbud Boyolali masih melakukan market sounding sebelum pengadaan lewat e-katalog mini kompetisi yang ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Komisi IV DPRD Boyolali mendorong pengadaan seragam sekolah gratis untuk siswa baru SD dan SMP dilakukan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Program seragam gratis ini menjadi salah satu visi misi Bupati Boyolali dengan total anggaran mencapai Rp 11 miliar dari APBD.
Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Suyadi, mengatakan pengadaan melalui BUMD dinilai lebih menguntungkan bagi daerah karena potensi keuntungan dapat kembali menjadi dividen untuk pemerintah daerah.
“Kalau pengadaannya oleh BUMD, kalau ada selisih harga itu akan kembali sebagai dividen ke daerah. Harapannya seperti itu,” kata Suyadi, Senin (25/5/2026).
DPRD Boyolali Awasi Pengadaan Seragam Sekolah Gratis
Menurut Suyadi, keterlibatan BUMD dalam pengadaan seragam sekolah juga bertujuan meminimalkan spekulasi negatif dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Pihaknya memastikan DPRD akan ikut mengawasi jalannya program tersebut, mulai dari sistem pengadaan hingga distribusi seragam kepada siswa.
“Sesuai kesepakatan di APBD, seragam ini akan dibiayai APBD. Nanti kami monitor, baik dari sistem pengadaannya,” ujarnya.
Pemkab Boyolali sendiri telah mengalokasikan anggaran besar untuk program ini.
Rinciannya, pengadaan seragam SD mencapai Rp 5.321.259.009, sedangkan untuk SMP sebesar Rp 5.885.055.000.
Disdikbud Boyolali Masih Lakukan Market Sounding
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, menjelaskan proses pengadaan masih berada pada tahap market sounding sebelum ditayangkan di e-katalog.
“Hari ini masuk proses market sounding. Kita sampaikan spesifikasi untuk mengecek ketertarikan pasar terhadap pengadaan seragam ini,” katanya.
Program bantuan seragam sekolah gratis tersebut ditargetkan siap sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Nantinya, siswa baru jenjang SD dan SMP akan mendapatkan satu paket seragam yang terdiri dari seragam OSIS, Pramuka, dan batik.
Dwi menyebut total anggaran final masih akan disesuaikan dengan jumlah siswa baru setelah pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Baca juga: SPMB 2026, Disdikbud Soroti Kecenderungan Banyak Siswa Karanganyar Daftar ke Kabupaten Tetangga
Pengadaan Pakai E-Katalog Mini Kompetisi
| Industri Plastik di Solo Tertekan, Jam Kerja Karyawan Mulai Dikurangi, PHK Mulai Mengintai |
|
|---|
| Jadwal Lokasi Samsat Keliling Solo Senin 25 Mei 2026 : Hari Ini Ada di Kantor Kecamatan Banjarsari |
|
|---|
| Agenda Solo Hari Ini Senin 25 Mei 2026: Ada Wayang Orang Sriwedari hingga Seleksi Perbasi Surakarta |
|
|---|
| Penyebab Sebagian Solo Raya Masih Hujan Meskipun Sudah Masuk Musim Kemarau |
|
|---|
| Dikira Kantor Konsultan Investasi, Ternyata Ruko Solo Baru Ini Markas Penipuan Online Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/NAIK-TURUN-GUNUNG-Wakhid-Andrianto-guru-agama-Islam-saat-mengajar-siswa-siswinya-di-SDN-Bogem.jpg)