SPMB Karanganyar 2026
SPMB 2026, Disdikbud Soroti Kecenderungan Banyak Siswa Karanganyar Daftar ke Kabupaten Tetangga
Distribusi siswa disebut belum merata karena banyak warga di wilayah perbatasan memilih sekolah di kabupaten tetangga yang dinilai lebih dekat.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Disdikbud Karanganyar menyebut daya tampung sekolah untuk SPMB 2026 masih mencukupi, namun distribusi siswa belum merata.
- Banyak warga di wilayah perbatasan memilih sekolah di kabupaten tetangga yang lebih dekat dan sekolah favorit lebih diminati.
- Disdikbud akan melakukan redistribusi siswa serta meminta sekolah tidak menahan ijazah untuk pendaftaran SPMB.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar memastikan daya tampung sekolah untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 masih mencukupi.
Namun, distribusi siswa disebut belum merata karena banyak warga di wilayah perbatasan memilih sekolah di kabupaten tetangga yang dinilai lebih dekat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Disdikbud Karanganyar menjelang pelaksanaan SPMB yang dijadwalkan berlangsung pada 18, 19, dan 22 Juni 2026.
Baca juga: SDN Kwarasan 02 Sukoharjo Sepi Peminat, Persaingan dengan Sekolah Negeri Solo Jadi Faktor Penyebab
Ketua SPMB Karanganyar sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bidang SMP Disdikbud Karanganyar, Rehatta Rakasiwi, mengatakan secara umum daya tampung sekolah di Karanganyar masih aman.
Potensi lulusan TK yang akan masuk SD tercatat sebanyak 9.844 anak, sedangkan daya tampung SD negeri dan swasta mencapai 16.044 kursi.
Sementara itu, jumlah lulusan SD yang akan masuk SMP diperkirakan mencapai 12.614 siswa dengan daya tampung SMP sebanyak 12.768 kursi.
Meski demikian, penyebaran siswa dinilai belum seimbang karena faktor geografis dan pilihan masyarakat.
“Wilayah pinggiran seperti Jumantono, Jaten, atau Ngringo ada yang mendaftar ke daerah lain terdekat, sehingga distribusi siswa tidak merata,” kata Rehatta, Jumat (22/5/2026).
Kecenderungan Pilih Sekolah Favorit
Selain itu, Disdikbud juga mencatat masih adanya kecenderungan masyarakat memilih sekolah favorit.
Akibatnya, beberapa sekolah mengalami lonjakan peminat, sementara sekolah lain kekurangan siswa.
Sebagai contoh di Kecamatan Jumapolo, SMP Negeri 1 mengalami peningkatan jumlah pendaftar cukup tinggi, SMP Negeri 2 relatif stabil, sedangkan SMP Negeri 3 masih kekurangan murid.
Baca juga: Jelang SPMB 2026, Disdikbud Karanganyar Larang Sekolah Tahan Ijazah Siswa
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah SMP negeri di wilayah Kebakkramat.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Disdikbud Karanganyar akan melakukan redistribusi siswa agar daya tampung sekolah dapat terisi lebih merata.
“Semua sekolah sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Guru negeri maupun swasta juga banyak yang sudah bersertifikasi dan lulus PPG,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-hari-pertama-masuk-sekolah-di-SDN-Dawung-Tengah-Solo-Jawa-Tengah-Senin-2272024-pagi.jpg)