Pengadaan Seragam Gratis di Boyolali
DPRD Boyolali Bakal Awasi Ketat Proyek Pengadaan Seragam SD dan SMP Senilai Rp11 Miliar
DPRD Menyebut akan mengawal pengadaan proyek seragam gratis SD dan SMP di Boyolali.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- DPRD Boyolali melalui Komisi IV akan mengawasi ketat program pengadaan seragam gratis SD dan SMP yang dianggarkan mencapai Rp11 miliar dari APBD.
- Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Suyadi, mendorong pengadaan dilakukan melalui BUMD Aneka Karya agar selisih keuntungan bisa kembali menjadi dividen untuk daerah.
- DPRD menilai langkah tersebut juga dapat menghindari spekulasi negatif dalam proses pengadaan. Program seragam gratis ini ditujukan bagi siswa baru SD dan SMP di Boyolali.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - DPRD Boyolali menyebut akan melakukan pengawasan ketat pada program pengadaan seragam SD dan SMP.
Melalui Komisi IV DPRD Boyolali, setiap langkah dari program ini akan dikawal.
Sebab, nilai pengadaan seragam SD dan SMP ini tak sedikit, yakni Rp11 miliar.
Rinciannya, Rp5.321.259.009 untuk SD, sementara untuk SMP Rp5.885.055.000.
Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Suyadi, mendorong pengadaan dilakukan melalui Aneka Karya yang merupakan BUMD.
“Kalau pengadaannya oleh BUMD, kalau ada selisih harga itu akan kembali sebagai dividen ke daerah. Harapannya seperti itu,” kata Suyadi.
Menurutnya, langkah ini juga untuk menghindari spekulasi negatif dalam proses pengadaan.
Pihaknya pun akan mengawasi pelaksanaan program ini.
“Sesuai kesepakatan di APBD, seragam ini akan dibiayai APBD. Nanti kami monitor, baik dari sistem pengadaannya,” ujarnya.
Ditarget Siap Sebelum Tahun Ajaran Baru Mulai
Saat ini Disdikbud masih menunggu hasil market sounding sebelum menayangkan pengadaan di e-katalog.
Program ditargetkan siap sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Jelang tahun ajaran baru, Pemerintah Kabupaten Boyolali terus menggodok program bantuan seragam sekolah gratis.
Nantinya, seragam tersebut diberikan bagi murid baru jenjang SD dan SMP.
Kepala Disdikbud Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, menyebut program saat ini masih dalam proses market sounding.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/DISERBU-PEMBELI-Salah-satu-toko-seragam-sekolah-di-jalan-Slamet-Riyadi-Solo-Jumat-1172025.jpg)