Berkah dari Umbul Pelem, Desa Wunut Peserta Desa BRILiaN Bisa Beri THR, BPJS, dan Sejahterakan Warga
Pemdes Wunut tak hanya melakukan pendekatan infrastruktur dalam pembangunan, melainkan juga pendekatan sosial kepada warga.
Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Rifatun Nadhiroh
Ringkasan Berita:
- Desa Wunut, Klaten, bertransformasi dari desa tertinggal dengan PAD Rp30 juta (2016) menjadi desa mandiri berkat pengelolaan wisata air.
- Pada 2025, Umbul Pelem mencatat omzet Rp6,7 miliar. Wisata ini menjadi penggerak ekonomi desa dengan rata-rata 1.000 pengunjung per hari dan melibatkan warga sebagai pekerja maupun pelaku UMKM.
- Pendapatan desa digunakan untuk menyejahterakan warga melalui THR Rp250 ribu per orang, BPJS gratis, santunan sosial, layanan sampah gratis, serta pengembangan usaha.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Suasana Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan, Tulung, Klaten, Jawa Tengah, tampak ramai pada Jumat (29/5/2026) pagi.
Ada yang asyik menjajal perosotan, sekadar berendam, sementara mandi busa adalah salah satu wahana favorit para wisatawan yang didominasi anak-anak.
Biru dan jernihnya air di Umbul Pelem bukan jadi satu-satunya pesona yang menarik wisatawan. Deretan warung di Umbul Pelem juga tampak ramai. Mereka menjual makanan kecil, minuman, nasi lauk, mi instan, air mineral, kopi-kopian, teh, hingga perlengkapan renang.
"Mbak ada es kopi?," tanya seorang anak kepada salah satu penjual.
Terlihat anak tersebut baru selesai berenang. Fitri, nama penjual di Umbul Pelem itu sigap melayani. Dia menawarkan berbagai macam varian es kopi yang ada dan juga gorengan yang baru diangkatnya dari wajan.
"Sekalian gorengannya mas, masih anget. Rp5 ribu dapat empat," ucap Fitri warga asli Wunut itu.
Setiap ada wisatawan yang lewat di lapaknya, Fitri dengan ramah menyapa. Dia juga tak malu-malu menawari dagangannya. Di kala lengang, Fitri mengobrol dengan penjual lapak di sampingnya.
Tak ada sekat, tak ada persaingan usaha. Karena semua penjual dan pekerja di Umbul Pelem ini adalah warga asli Desa Wunut.
Begitulah cara perputaran ekonomi warga di Desa Wunut bergerak. Selama bertahun-tahun, Umbul Pelem menjadi denyut nadi kehidupan warga di Desa Wunut.
Setiap hari, rata-rata seribu wisatawan datang ke Umbul Pelem. Bisa dibayangkan berapa jumlah uang mengalir ke desa, dengan harga tiket masuk Rp8 ribu. Padahal, bertahun-tahun lalu, Desa Wunut adalah desa yang miskin dan dianggap tidak punya potensi.
Transformasi Desa Wunut, dari Tertinggal Menjadi Desa Kaya Raya
Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistya Setiawan, membagikan kisahnya bagaimana transformasi Desa Wunut ini bisa berjalan dari berstatus desa tertinggal, menjadi seperti sekarang.
Iwan masih ingat betul, pada tahun 2016 lalu, desa ini masih berstatus desa tertinggal dengan Pendapatan Asli Desa (PAD) hanya sekitar Rp30 juta per tahun.
Di bawah kepemimpinannya, dia mengajak masyarakat memetakan dan mengembangkan potensi desa. Hasilnya, sumber mata air alami yang dimiliki desa dikembangkan menjadi destinasi wisata air Umbul Pelem.
| Jejak Sejarah Desa Demakijo Klaten, dari Kisah Pangeran Diponegoro hingga Sentra Pertanian |
|
|---|
| Bakal Percepat Akses dan Ekonomi Warga, Pembangunan Jembatan Garuda di Trucuk Klaten Capai 84 Persen |
|
|---|
| Misi Kreasi Gipsum Solo Bebaskan Imajinasi Anak Lewat Media Mewarnai 3D, Lepas dari Adiksi Gawai |
|
|---|
| Logo HUT ke-222 Klaten Masuk Babak Final, 6 Desain Terbaik Berebut Juara! |
|
|---|
| Info Hotel Murah Dekat Candi Prambanan Klaten, Sudah Dilengkapi AC dan Kamar Mandi Dalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pemandangan-Umbul-Pelem-di-Desa-Wunut.jpg)