Makam di Boyolali Diekshumasi

Polisi Bongkar Makam Warga Boyolali, Keluarga Curiga Korban Keracunan, Diduga Tewas Pasca Makan Sate

Polisi membongkar makam korban berinisial A (57) untuk melakukan otopsi setelah dugaan meninggal usai memakan sate ayam kiriman anak menantunya.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa
PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura. 

 

Ringkasan Berita:
  • Polres Boyolali melakukan ekshumasi makam warga Sindon, Ngemplak, untuk menyelidiki dugaan keracunan.
  • Korban diduga meninggal setelah memakan sate ayam kiriman anak menantunya yang dikirim melalui ojek online.
  • Keluarga curiga karena korban ditemukan dengan mulut berbusa dan membiru, sehingga kasus dilaporkan ke polisi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Polres Boyolali menyelidiki dugaan keracunan yang menewaskan seorang warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, dengan melakukan ekshumasi makam korban, Sabtu (30/5/2026).

Polisi membongkar makam korban berinisial A (57) untuk melakukan otopsi setelah muncul dugaan korban meninggal usai memakan sate ayam kiriman anak menantunya.

Ekshumasi dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Sindon oleh tim Dokkes Polda Jawa Tengah bersama kepolisian.

Korban sebelumnya telah dimakamkan pada Selasa (19/5/2026).

Kakak kandung korban, Widodo (61), mengatakan sebelum meninggal, adiknya menerima kiriman sate ayam melalui ojek online dari anak menantunya berinisial P yang tinggal di Kartasura.

"Bahkan pada Senin malam, P sempat menengok mertuanya sembari membawa roti," ujar Widodo menirukan cerita anak korban.

Widodo menjelaskan, sebelum makanan tersebut dikonsumsi, korban sempat menghubungi anaknya.

Baca juga: Diduga Meninggal Tak Wajar, Makam Korban Perkelahian di Boyolali Diekshumasi

Saat itu, anak korban meminta agar sate tersebut tidak dimakan karena belum mengetahui siapa pengirimnya.

"Oleh anak, orang tuanya diminta tidak memakan sate. Yang semula tidak tahu siapa yang mengirim," jelasnya.

Namun keesokan harinya, Selasa (19/5/2026), korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

Tanda Mencurigakan pada Jasad Korban

Keluarga menemukan tanda-tanda mencurigakan pada jasad korban.

"Kecurigaan keluarga, mulut dan telinga korban juga nampak membiru," ucapnya.

Selain itu, korban juga ditemukan dengan baju terkena muntahan sisa makanan dan mulut mengeluarkan busa.

Baca juga: Ekshumasi Santri Tewas di Ponpes Wonogiri, Orang Tua Tak Sanggup Saksikan Makam Sang Putra Dibongkar

Keluarga kemudian berkonsultasi ke Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026) sebelum akhirnya membuat laporan resmi ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026).

Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengamankan sejumlah barang bukti serta memeriksa saksi-saksi.

Sejauh ini, tiga saksi telah dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved