Cuaca di Solo Raya

Fenomena Bediding Mulai Terasa di Wonogiri, Siang Panas dan Malam Dingin

Cuaca di Wonogiri memasuki masa peralihan. Warga merasa siang panas menyengat dan dingin tengah malah hingga pagi hari.

Tayang:
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
CUACA WONOGIRI - Cuaca di sekitar depan kantor Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (14/4/2026) lalu. Wonogiri kini memasuki peralihan musim. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Wonogiri mulai merasakan fenomena bediding seiring masuknya musim kemarau.  
  • Aris Arianto, warga Baturetno, menyebut udara dingin mulai terasa sejak tengah malam hingga pagi hari. Menurutnya, perubahan cuaca tersebut baru dirasakan dalam beberapa hari terakhir.
  • BPBD Wonogiri menyebut wilayah Wonogiri mulai memasuki musim kemarau sejak Mei 2026 dengan puncak diperkirakan terjadi pada Agustus. Warga diimbau menjaga kesehatan, hemat air, dan waspada kebakaran.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Perubahan cuaca mulai dirasakan warga Wonogiri.

Malam hingga pagi hari terasa semakin dingin, sementara siang hari justru menyengat.

Fenomena yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bediding ini mulai muncul seiring masuknya musim kemarau.

Di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Wonogiri Kota dan Baturetno, hawa dingin pada malam hari mulai membuat warga mengubah kebiasaan mereka.

Aris Arianto (40), seorang warga Kecamatan Baturetno, menyebut suhu udara pada malam hari terasa jauh lebih dingin dibanding beberapa pekan lalu.

Bahkan, udara dingin mulai terasa sejak larut malam hingga menjelang pagi.

"Apalagi kalau sudah tengah malam sampai pukul 06.00. Hawanya dingin sekali," katanya.

Fenomena sebaliknya justru terjadi saat matahari bersinar.

Ketika malam menusuk dengan udara dingin, siang hari terasa lebih panas dan terik.

"Baru beberapa hari ini terasanya, sepertinya sudah mau kemarau," imbuhnya.

Transisi Musim Hujan ke Kemarau

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah saat ini berada dalam masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

"Wonogiri diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, dengan sebagian kecil wilayah lebih awal pada April 2026," katanya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Boyolali Sabtu 30 Mei 2026 : Selo-Gladagsari Sejuk, Wilayah Kota Berawan

Menurut Fuad, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang biasa menyertai musim kemarau.

"Masyarakat bisa melakukan pencegahan dehidrasi dengan minum air yang cukup mengingat saat kemarau suhu cenderung lebih tinggi pada siang hari," kata Fuad.

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan hemat. Warga diminta tidak membakar sampah tanpa pengawasan untuk mencegah potensi kebakaran yang sering meningkat saat musim kemarau.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada pemerintah desa, relawan, maupun BPBD apabila terjadi kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved