Cuaca di Solo Raya
Warga Wonogiri Sebut Fenomena Bediding Jadi Tanda Masuk Musim Kemarau
Fenomena bediding terasa di Wonogiri. Warga menyebut ini adalah peralihan dari musim hujan ke kemarau.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Warga Wonogiri mulai merasakan fenomena bediding yang diyakini sebagai tanda memasuki musim kemarau.
- Fenomena bediding mulai dirasakan di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Wonogiri Kota dan Baturetno. Warga menyebut hawa dingin kini terasa lebih kuat dibanding beberapa pekan sebelumnya.
- Aris Arianto, warga Baturetno, mengatakan udara dingin mulai terasa sejak tengah malam hingga pukul 06.00 WIB. Menurutnya, perubahan cuaca tersebut baru muncul dalam beberapa hari terakhir menjelang kemarau.
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Warga Wonogiri menyebut fenomena bediding adalah tanda memasuki kemarau.
Fenomena ini ditandai dengan hawa dingin di malam hingga pagi hari, sementara siang hari justru menyengat.
Di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Wonogiri Kota dan Baturetno, hawa dingin pada malam hari mulai membuat warga mengubah kebiasaan mereka.
Aris Arianto (40), seorang warga Kecamatan Baturetno, menyebut suhu udara pada malam hari terasa jauh lebih dingin dibanding beberapa pekan lalu.
Bahkan, udara dingin mulai terasa sejak larut malam hingga menjelang pagi.
"Apalagi kalau sudah tengah malam sampai pukul 06.00. Hawanya dingin sekali," katanya.
Fenomena sebaliknya justru terjadi saat matahari bersinar.
Ketika malam menusuk dengan udara dingin, siang hari terasa lebih panas dan terik.
"Baru beberapa hari ini terasanya, sepertinya sudah mau kemarau," imbuhnya.
Transisi Musim Hujan ke Kemarau
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah saat ini berada dalam masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
"Wonogiri diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, dengan sebagian kecil wilayah lebih awal pada April 2026," katanya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Boyolali Sabtu 30 Mei 2026 : Selo-Gladagsari Sejuk, Wilayah Kota Berawan
Menurut Fuad, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang biasa menyertai musim kemarau.
"Masyarakat bisa melakukan pencegahan dehidrasi dengan minum air yang cukup mengingat saat kemarau suhu cenderung lebih tinggi pada siang hari," kata Fuad.
Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan hemat. Warga diminta tidak membakar sampah tanpa pengawasan untuk mencegah potensi kebakaran yang sering meningkat saat musim kemarau.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada pemerintah desa, relawan, maupun BPBD apabila terjadi kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih. (*)
| Wonogiri Masuki Masa Transisi dari Musim Hujan ke Kemarau |
|
|---|
| Fenomena Bediding Mulai Terasa di Wonogiri, Siang Panas dan Malam Dingin |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kabupaten Boyolali Sabtu 30 Mei 2026 : Selo-Gladagsari Sejuk, Wilayah Kota Berawan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kabupaten Sukoharjo Sabtu 30 Mei 2026: Total Berawan, Suhu Capai 32 Derajat |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kabupaten Karanganyar Sabtu 30 Mei 2026 : Mayoritas Berawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Cuaca-cerah-di-kawasan-Mojolaban-Sukoharjo-Jawa-Tengah-pada-Selasa-552026-pukul-0730-WIB.jpg)