Darurat Serangan Kera
Solo Raya Darurat Kera Liar, Ribuan Hektare Lahan di Wonogiri Tak Bisa Dimanfaatkan
Serangan kera dikeluhkan di Solo Raya. Ini seperti Boyolali, Wonogiri, dan daerah lainnya. Pemerintah akan mencari solusi terkait ini.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Luthfi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kehutanan, untuk mendapatkan kuota penangkapan kera liar yang selama ini merambah kawasan pertanian dan permukiman warga.
“Jadi kita nanti akan bersurat kepada Menteri Kehutanan agar kita dapat kuota tangkap. Kuota tangkap dan pengamanan, karena mengamankan kera tidak boleh dibunuh,” katanya.
Ia menjelaskan, penanganan akan dilakukan melalui mekanisme penangkapan dan pemindahan dengan melibatkan petugas khusus atau pawang satwa.
Menurut Luthfi, persoalan serangan kera tidak hanya terjadi di Boyolali dan Wonogiri, tetapi telah meluas ke sejumlah daerah lain di sekitar kawasan Merapi dan Merbabu.
“Pokok seputaran Merbabu itu hampir semuanya kena. Dia turun terus, enggak mau naik lagi. Boyolali juga kena dan sebagainya. Sukoharjo, Karanganyar, hampir semuanya penyakit kera yang merambah di desa-desa,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat serangan kera kini menjadi salah satu ancaman serius bagi sektor pertanian di Solo Raya. (*)
| Jadwal Lokasi Samsat Keliling Solo Selasa 2 Juni 2026 : Hari Ini Ada di Kecamatan Pucangsawit |
|
|---|
| Agenda Solo Hari Ini Selasa 2 Juni 2026 : Ada Wayang Orang Sriwedari dan Ngarsopurock |
|
|---|
| Ketua DPRD Klaten Minta Pejabat Jadi Teladan, Pancasila Harus Terlihat dalam Pelayanan Publik |
|
|---|
| Kasus Guru Cabul di Wonogiri, Sudah Lima Siswi Mengaku Jadi Korban, Polisi Masih Buka Posko Aduan |
|
|---|
| Teror Pria Tanpa Busana di Perumahan Karanganyar Belum Terungkap, Warga Aktifkan Ronda Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/MONYET-EKOR-PANJANG-DI-BOYOLALI.jpg)