Darurat Serangan Kera

Solo Raya Darurat Kera Liar, Ribuan Hektare Lahan di Wonogiri Tak Bisa Dimanfaatkan

Serangan kera dikeluhkan di Solo Raya. Ini seperti Boyolali, Wonogiri, dan daerah lainnya. Pemerintah akan mencari solusi terkait ini.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa
ILUSTRASI. Monyet ekor panjang terpantau di atap kanopi rumah warga RT, RW 02, Kelurahan Banaran, Boyolali, Rabu (19/2/2025). Keluhan ini juga dirasakan di daerah lain. 

Luthfi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kehutanan, untuk mendapatkan kuota penangkapan kera liar yang selama ini merambah kawasan pertanian dan permukiman warga.

“Jadi kita nanti akan bersurat kepada Menteri Kehutanan agar kita dapat kuota tangkap. Kuota tangkap dan pengamanan, karena mengamankan kera tidak boleh dibunuh,” katanya.

Ia menjelaskan, penanganan akan dilakukan melalui mekanisme penangkapan dan pemindahan dengan melibatkan petugas khusus atau pawang satwa.

Menurut Luthfi, persoalan serangan kera tidak hanya terjadi di Boyolali dan Wonogiri, tetapi telah meluas ke sejumlah daerah lain di sekitar kawasan Merapi dan Merbabu.

“Pokok seputaran Merbabu itu hampir semuanya kena. Dia turun terus, enggak mau naik lagi. Boyolali juga kena dan sebagainya. Sukoharjo, Karanganyar, hampir semuanya penyakit kera yang merambah di desa-desa,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat serangan kera kini menjadi salah satu ancaman serius bagi sektor pertanian di Solo Raya. (*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved