Fakta Menarik Tentang Sukoharjo
Asal-usul Nama Kecamatan Nguter di Sukoharjo, Ada Kisah Rombongan Bangsawan Keraton Memutar Arah
Perjalanan panjang yang ditempuh sejak pagi hingga sore membuat rombongan tersebut kelelahan dan kehausan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Desa Nguter, Sukoharjo, memiliki kisah asal-usul dari perjalanan bangsawan Keraton Solo yang mencari tanah subur. Karena harus “memutar” arah akibat sungai, wilayah ini kemudian disebut Nguter yang berasal dari kata “muter” atau berputar.
- Dalam legenda, Kyai Sabuk Alu membantu rombongan bangsawan dengan membuat pohon kelapa melengkung agar mudah dipetik saat mereka kehausan di perjalanan.
- Kini Nguter punya banyak wisata, seperti Kidoland Sukoharjo, Desa Wisata Jangglengan, dan Bendungan Colo.
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Desa Nguter di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, memiliki kisah sejarah yang menarik di balik namanya.
Wilayah yang berbatasan langsung dengan Wonogiri ini dikenal sebagai daerah agraris dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, buruh, dan pedagang.
Namun, di balik kehidupan masyarakatnya yang sederhana, tersimpan cerita turun-temurun tentang asal-usul nama “Nguter” yang erat kaitannya dengan perjalanan rombongan bangsawan Keraton Solo pada masa lampau.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Kepuh di Nguter Sukoharjo, Ada Kisah Rombongan Keraton Istirahat di Bawah Pohon
Lokasinya berjarak 25 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 45 menit kendaraan pribadi.
Legenda Terbentuknya Nguter
Konon, para bangsawan Keraton Solo melakukan perjalanan ke wilayah selatan untuk mencari tanah yang subur di kawasan Sukoharjo hingga Wonogiri.
Perjalanan panjang yang ditempuh sejak pagi hingga sore membuat rombongan tersebut kelelahan dan kehausan.
Di tengah perjalanan, mereka beristirahat di sebuah area yang banyak ditumbuhi pohon kelapa tinggi.
Namun, karena tidak mampu memanjat, mereka kesulitan mendapatkan air kelapa muda untuk melepas dahaga.
Baca juga: Asal-usul Nama Kelurahan Bumi di Laweyan Solo : Dulu Tempat Tinggal Abdi Dalem Keraton Surakarta
Dalam kondisi itu, muncul sosok Kyai Sabuk Alu yang dikenal memiliki kesaktian.
Dengan hanya memegang batang pohon kelapa, pohon tersebut dikisahkan melengkung hingga memudahkan para bangsawan memetik buahnya.
Setelah kejadian itu, rombongan kembali melanjutkan perjalanan mencari lahan subur.
Mereka kemudian menemui aliran sungai besar yang menjadi batas alam wilayah selatan Sukoharjo
Karena jalur terhalang sungai, rombongan pun harus memutar arah untuk melanjutkan perjalanan.
Dari kebiasaan “memutar” inilah kemudian muncul sebutan “Nguter”, yang dipercaya berasal dari kata “muter” atau berputar.
| Asal-usul Nama Desa Kepuh di Nguter Sukoharjo, Ada Kisah Rombongan Keraton Istirahat di Bawah Pohon |
|
|---|
| Nama Hampir Mirip, Apa Perbedaan Kartasura dan Surakarta? Pahami Dulu Sejarahnya Berikut Ini |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Cangkol di Mojolaban Sukoharjo, Berkaitan Kerajaan Mataram di Era Sultan Agung |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kabupaten Sukoharjo dan Sejarahnya, Ada Kisah Kiai Tohjoyo Usulkan Konsep Sukoraharjo |
|
|---|
| 5 Fakta Menarik tentang Sukoharjo, Punya Banyak Julukan dan Batik Bersejarah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Tampak-depan-Kantor-Kecamatan-Nguter-Sukoharjo.jpg)