Kebakaran di Eks Pabrik Sritex
Kebakaran Ruang Spinning Batu Bara di eks Pabrik Sritex Sukoharjo, Kerugian Capai Ratusan Juta
Kebakaran ruang spinning batu bara di eks pabrik Sritex Sukoharjo sebabkan kerugian ratusan juta.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Kebakaran melanda ruang spinning batu bara di kompleks eks pabrik Sritex, Sukoharjo, Sabtu (6/6/2026) malam. Api mulai membesar sekitar pukul 21.45 WIB
- Proses pemadaman terkendala minimnya penerangan serta karakteristik batu bara dan karet yang terbakar, sehingga Damkar Sukoharjo menerjunkan dua unit armada
- Asap dari tumpukan batu bara sebenarnya sudah terdeteksi sejak siang hari. Kebakaran di eks pabrik Sritex ini menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp440 juta.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Kebakaran ruang spinning batu bara di kompleks eks pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Kabupaten Sukoharjo menghanguskan sejumlah aset pada Sabtu (6/6/2026) malam.
Insiden tersebut menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukoharjo, Margono, melalui Komandan Regu (Danru) 1 Purwanto, mengatakan api mulai membesar sekitar pukul 21.45 WIB.
Lokasi kebakaran berada di ruang spinning 1 batu bara yang terletak di dalam kompleks eks pabrik Sritex, berjarak beberapa ratus meter dari pos induk penjagaan dan pintu masuk kawasan pabrik.
"Untuk kaitan kebakaran batu bara di Sritex 1 posisinya di (ruang) spinning 1 batu bara. Dari pos induk (penjagaan dan pintu masuk) sekitar beberapa ratus meter," ungkap Purwanto, Minggu (7/6/2026).
Proses Pemadaman Terkendala Kondisi Lokasi
Purwanto menjelaskan, petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman.
Selain material yang terbakar berupa batu bara dan karet, kondisi lokasi yang minim penerangan juga menyulitkan proses penanganan.
Untuk mengatasi kebakaran tersebut, Damkar Kabupaten Sukoharjo menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
"Untuk penanganan kita meluncurkan 2 unit armada. Untuk yang terbakar itu kan timbunan batu bara dan mesin pengolahan bahan bakar. Sedangkan yang terbakar itu karet," kata dia.
Baca juga: Kebakaran Ruang Penyimpanan Batu Bara Eks Pabrik Sritex Sukoharjo, Asap Sudah Terlihat Sejak Siang
Batu Bara Membutuhkan Teknik Pemadaman Khusus
Menurut Purwanto, metode pemadaman yang digunakan harus berbeda karena karakteristik batu bara yang dapat bergeser saat terkena air dalam jumlah besar.
Petugas harus menyemprotkan air dari bagian bawah tumpukan batu bara untuk mencegah api meluas ke area lain yang berpotensi terbakar.
"Laporannya sendiri masuk pukul 21.45 WIB dan kami baru bisa memadamkan sekitar pukul 24.00 WIB. Kesulitannya karena minim penerangan, dan lainnya itu sistem pemadamannya karena batu bara itu kalau disemprot air banyak seperti lahar dingin. Otomatis sekali kena air banyak langsung longsor," imbuh dia.
Asap Sudah Muncul Sejak Siang Hari
Berdasarkan keterangan petugas keamanan setempat, tanda-tanda kebakaran sebenarnya telah terlihat sejak Sabtu siang.
Saat patroli sekitar pukul 13.00 WIB, petugas menemukan kepulan asap dari area tumpukan batu bara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ruang-spinning-batu-bara-di-eks-pabrik-PT-Sritex-Kabupaten-Sukoharjo.jpg)