SPMB SMA 2026

SPMB 2026, SMAN 1 Ngemplak Boyolali Diserbu Pendaftar dari Solo Hingga Karanganyar Sejak Subuh

Sejak subuh, antrean calon siswa dan orang tua sudah terlihat mengular di depan sekolah yang berada di wilayah perbatasan Solo Raya tersebut.

Tayang:
TribunSolo.com/Tri Widodo
ANTRE VERIFIKASI - Calon murid SMK dan SMA saat mengantri verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali, Senin (8/6/2026). Tak hanya warga Boyolali, calon murid dari Solo, Sukoharjo hingga Karanganyar turut memadati sekolah tersebut demi mendapatkan layanan verifikasi berkas lebih awal. 

Ringkasan Berita:
  • SMA Negeri 1 Ngemplak menjadi salah satu titik paling padat dalam proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Jawa Tengah 2026.
  • Tak hanya warga Boyolali, calon murid dari Solo, Sukoharjo hingga Karanganyar turut memadati sekolah tersebut demi mendapatkan layanan verifikasi berkas lebih awal.
  • Sejak subuh, antrean calon siswa dan orang tua sudah terlihat mengular di depan sekolah yang berada di wilayah perbatasan Solo Raya tersebut. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - SMA Negeri 1 Ngemplak menjadi salah satu titik paling padat dalam proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Jawa Tengah 2026.

Tak hanya warga Boyolali, calon murid dari Solo, Sukoharjo hingga Karanganyar turut memadati sekolah tersebut demi mendapatkan layanan verifikasi berkas lebih awal.

Sejak subuh, antrean calon siswa dan orang tua sudah terlihat mengular di depan sekolah yang berada di wilayah perbatasan Solo Raya tersebut.

Calon murid SMK dan SMA saat mengantri verifikasi SPMB 2026 di SMA Negeri 1 Ngemplak
ANTRE VERIFIKASI - Calon murid SMK dan SMA saat mengantri verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali, Senin (8/6/2026). Tak hanya warga Boyolali, calon murid dari Solo, Sukoharjo hingga Karanganyar turut memadati sekolah tersebut demi mendapatkan layanan verifikasi berkas lebih awal.

Padahal layanan verifikasi baru dibuka pukul 08.00 WIB.

Pantauan TribunSolo.com, Senin (8/6), puluhan calon murid tampak duduk berjejer di halaman sekolah sambil menunggu nomor antrean dipanggil.

Proses verifikasi dilakukan di enam meja layanan yang masing-masing dilengkapi dua monitor untuk operator dan calon murid.

SPMB sendiri dilakukan secara daring. Calon murid diwajibkan membuat akun, mengunggah dokumen, lalu melakukan verifikasi di sekolah negeri mana pun, meski bukan sekolah tujuan pendaftaran.

Baca juga: Jalur Domisili hingga Mutasi, Berikut Empat Jalur SPMB Online SMP di Sukoharjo

Namun proses verifikasi membutuhkan ketelitian tinggi. Operator tidak hanya memeriksa formulir digital, tetapi juga mencocokkan dokumen fisik hingga mengecek titik lokasi rumah calon siswa melalui Google Maps.

Jika ditemukan data yang tidak sesuai, berkas akan ditolak dan calon murid diminta melakukan perbaikan.

Kondisi itulah yang membuat antrean verifikasi di SMA N 1 Ngemplak memanjang setiap hari. Bahkan sejumlah wali murid mengeluhkan lamanya antrean karena setiap proses verifikasi rata-rata memakan waktu sekitar lima menit per siswa.

Dipengaruhi Posisi yang Strategis

Kepala SMA N 1 Ngemplak, Teguh Rahayu Slamet, mengatakan tingginya jumlah pendaftar dipengaruhi posisi sekolah yang berada di kawasan strategis perbatasan Solo Raya.

"Masyarakat kadang ada kepanikan. Tadi pagi saja jam 05.00 WIB sudah ada antri yang didepan itu," ujarnya.

Menurut Teguh, SMA N 1 Ngemplak menjadi satu-satunya SMA negeri di Kecamatan Ngemplak sehingga banyak dipilih masyarakat untuk melakukan verifikasi berkas SPMB.

Baca juga: Verifikasi PPDB di SMA Solo Bikin Antrean Mengular, Orang Tua Sampai Berkali-kali Datang ke Sekolah

"Ada calon murid dari Kartasura, Sukoharjo; Colomadu, Karanganyar dan Solo," jelasnya.

Tak hanya pada hari kerja, sekolah juga membuka layanan pada hari Sabtu demi mengurai kepadatan antrean.

"Bahkan Sabtu yang biasanya libur, juga masuk untuk melakukan verifikasi. Bahkan ada pelayanannya sampai jam 15.00 lebih," katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved