SPMB SMP 2026

Hari Pertama SPMB SMP 2026 di Sukoharjo, Bupati Etik Tegaskan Tak Ada Titip-titipan

Bupati Sukoharjo Etik Suryani turun langsung memantau proses pendaftaran di dua sekolah guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar.

Tayang: | Diperbarui:
TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
PANTAU SPMB SMP - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun 2026 di hari pertama pendaftaran, Senin (8/6/2026). Etik memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan objektif dan transparan. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam proses seleksi penerimaan murid baru. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Sukoharjo Etik Suryani turun langsung memantau proses pendaftaran di dua sekolah pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun 2026 di Kabupaten Sukoharjo.
  • Etik juga memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan objektif dan transparan.
  • Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam proses seleksi penerimaan murid baru.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun 2026 di Kabupaten Sukoharjo langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani turun langsung memantau proses pendaftaran di dua sekolah, Senin (8/6), guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, transparan, dan bebas praktik titip-menitip.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun 2026 di hari pertama pendaftaran, Senin (8/6/2026).
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun 2026 di hari pertama pendaftaran, Senin (8/6/2026). (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Etik melakukan pemantauan di SMP Negeri 2 Polokarto dan SMP Negeri 1 Grogol. Selain mengecek kesiapan sekolah, Etik juga menyempatkan diri melihat langsung proses pelayanan terhadap calon peserta didik dan orang tua yang datang mendaftar.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Harapan kami mudah-mudahan apa yang ditargetkan dari masing-masing sekolah bisa terpenuhi,” ujarnya.

Jumlah Pendaftar Beragam

Dari hasil pemantauan, jumlah pendaftar di masing-masing sekolah menunjukkan kondisi berbeda.

Di SMP Negeri 2 Polokarto, jumlah pendaftar pada hari pertama tercatat sebanyak 56 siswa dari target 126 siswa.

Sementara di SMP Negeri 1 Grogol, jumlah pendaftar justru membludak hingga lebih dari 500 siswa, melebihi kuota yang tersedia sebanyak 320 siswa.

Tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan orang tua terhadap kualitas pendidikan negeri di Sukoharjo.

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Ajukan 320 Formasi CPNS 2026, Sesuaikan Jumlah ASN yang Pensiun

Menurut Etik, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya pembenahan agar sekolah negeri semakin diminati masyarakat, mulai dari peningkatan fasilitas hingga penguatan pendidikan karakter.

“Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bersama Dinas Pendidikan terus berupaya memperbaiki dan mempercantik fasilitas sekolah-sekolah negeri. Kami ingin sekolah negeri semakin berkualitas dan menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.

Tak hanya fokus pada sarana dan prasarana, Pemkab Sukoharjo juga terus mendorong penguatan pendidikan karakter dan pendidikan keagamaan melalui berbagai program ekstrakurikuler di sekolah.

Salah satu program yang terus dikembangkan yakni pembiasaan setoran hafalan surat-surat Al-Qur’an, baik surat pendek maupun surat panjang, sebagai bagian dari pembentukan karakter religius peserta didik.

“Kami berharap program-program tersebut dapat memotivasi anak-anak untuk mau bersekolah di sekolah negeri dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sukoharjo,” tambahnya.

Tak Ada Praktik Titip-Menitip

Dalam kesempatan tersebut, Etik juga memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan objektif dan transparan. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam proses seleksi penerimaan murid baru.

Baca juga: Hari Pertama SPMB SMP 2026 di Kabupatsn Sukoharjo, Bupati Etik Pantau Pendaftaran di 2 Sekolah

“Tidak ada titip-titipan. Semua harus diterima secara objektif. Prosesnya alami, mulai dari pendaftaran, pengisian formulir, kemudian diinput ke sistem, dan hasilnya akan diketahui melalui komputer. Semua jelas dan transparan,” tegasnya.

Pemkab Sukoharjo berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung tertib dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas di sekolah negeri. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved