Penerimaan Siswa Baru 2026
Sekolah Sepi Murid, Boyolali Bakal Gabungkan 48 SD Negeri: Nantinya Jadi 24 Sekolah
Sebagian besar sekolah yang masuk dalam rencana regrouping memang sudah tidak membuka penerimaan murid baru
Penulis: Tri Widodo | Editor: Rifatun Nadhiroh
Ringkasan Berita:
- Disdikbud Boyolali mematangkan rencana regrouping atau penggabungan SD negeri dengan jumlah murid sedikit, berdasarkan jumlah siswa, sarana prasarana, dan letak geografis sekolah.
- Tahap pertama direncanakan melibatkan 48 SD negeri yang akan digabung menjadi 24 sekolah, dengan pelaksanaan diperkirakan akhir Juni 2026.
- Sebagian besar sekolah yang diregroup sudah tidak membuka pendaftaran murid baru karena minim peserta didik, dan tidak semua kecamatan terdampak pada tahap awal.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali terus mematangkan rencana regrouping atau penggabungan sekolah dasar negeri yang memiliki jumlah murid sedikit.
Kepala Disdikbud Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan saat ini proses regrouping telah memasuki tahap sosialisasi dan identifikasi sekolah yang memenuhi kriteria penggabungan.
Menurutnya, penentuan sekolah yang akan diregroup didasarkan pada tiga pertimbangan utama, yakni jumlah murid, kondisi sarana dan prasarana, serta letak geografis sekolah.
“Setelah sosialisasi ini, kami melakukan identifikasi berdasarkan jumlah murid, sarana prasarana, dan letak geografis. Sosialisasi sudah kami lakukan ke sekolah-sekolah, ada yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dan ada yang secara kolektif,” kata Kuncoro saat berbincang dengan TribunSolo.com, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Info Tempat Jajan Enak di Sambi Boyolali, Menunya Beragam Harga Terjangkau
Ia menjelaskan, untuk sekolah-sekolah yang direncanakan digabungkan, sosialisasi dilakukan secara bersama di tingkat kecamatan.
Saat ini, proses regrouping telah memasuki tahap penyusunan rekomendasi untuk diajukan kepada Bupati Boyolali. Setelah rekomendasi diterbitkan, Disdikbud akan menyusun surat keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan regrouping.
“Prosesnya sekarang sampai tahap rekomendasi bupati. Setelah itu kami susun SK, dan pelaksanaan regrouping kemungkinan akhir bulan ini,” ujarnya.
Pada tahap pertama, Disdikbud Boyolali merencanakan penggabungan 48 sekolah dasar negeri. Dari jumlah tersebut, nantinya akan menjadi 24 sekolah setelah proses regrouping selesai dilakukan.
“Kemungkinan ada kurang lebih 48 sekolah yang digabungkan. Dari 48 sekolah itu nanti menjadi 24 sekolah,” jelasnya.
Dwi menegaskan, regrouping bukan dilakukan karena adanya instruksi untuk menutup sekolah tertentu.
Menurutnya, sebagian besar sekolah yang masuk dalam rencana regrouping memang sudah tidak membuka penerimaan murid baru karena minimnya jumlah peserta didik.
Baca juga: Dehumanisasi di Balik Kasus Sate Maut Boyolali, Menantu Tak Lagi Pandang Mertua sebagai Manusia
“Tetapi hampir semua sekolah yang direncanakan diregroup ini memang sudah tidak membuka pendaftaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tidak semua kecamatan di Boyolali masuk dalam tahap pertama regrouping tersebut.
“Tidak semua kecamatan ada. Ini baru tahap pertama. Nanti setelah ini mungkin ada tahap berikutnya dan bisa merata sesuai pertimbangan jumlah murid, sarana prasarana, dan letak geografis,” pungkasnya.
(*)
| SPMB SMA Solo 2026/2027: Dijamin Transparan, Bisa Pantau Ranking dan Ubah Pilihan Sekolah Online |
|
|---|
| Verifikasi PPDB di SMA Solo Bikin Antrean Mengular, Orang Tua Sampai Berkali-kali Datang ke Sekolah |
|
|---|
| SPMB SMA Solo Lebih Fleksibel, Pindah Sekolah Tujuan Tak Perlu Cabut Berkas |
|
|---|
| Jamin SPMB SMA Solo Transparan, Calon Siswa Bisa Pantau Peringkat Lewat Jurnal Online |
|
|---|
| SPMB SMA Solo: Verifikasi Duluan Tak Menjamin Lolos di Sekolah Tujuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Salah-satu-SD-di-kecamatan-Banyudono-yang-diperkirakan-akan-digabungkan.jpg)