Penerimaan Siswa Baru 2026

SPMB SMA Solo Lebih Fleksibel, Pindah Sekolah Tujuan Tak Perlu Cabut Berkas

SPMB SMA Solo kini lebih fleksibel, calon siswa tidak perlu untuk mencabut berkas untuk pindah ke sekolah lain.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
ANTREAN SPMB – Calon murid baru mengantre untuk melakukan verifikasi berkas di SMA Negeri 1 Surakarta, Kamis (4/6/2026). Dinas Pendidikan mengimbau masyarakat melakukan verifikasi di sekolah terdekat guna menghindari penumpukan antrean di sekolah favorit. 
Ringkasan Berita:
  • SPMB SMA Negeri Solo 2026/2027 memudahkan calon siswa karena seluruh proses dapat dipantau secara transparan melalui jurnal online.
  • Calon siswa dan orang tua bisa melihat peringkat secara real time, baik di jalur prestasi maupun domisili, sehingga peluang diterima di sekolah tujuan dapat dipantau.
  • Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng Agung Wijayanto menegaskan siswa tidak perlu mencabut berkas saat ingin berpindah sekolah atau jalur pendaftaran.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri di Solo untuk tahun ajaran 2026/2027 memudahkan calon siswa. 

Orang tua dan calon siswa bisa memantau pergerakan SPMB dari jurnal online. 

Selain itu mereka juga tak perlu mencabut berkas untuk pindah ke sekolah lainnya. 

Ini bila dirasa posisi sudah tidak menguntungkan. 

Baca juga: Jamin SPMB SMA Solo Transparan, Calon Siswa Bisa Pantau Peringkat Lewat Jurnal Online

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Agung Wijayanto mengatakan, saat pendaftaran calon murid bisa berpindah-pindah jalur jika dirasa peluang diterimanya kecil.

“Tidak ada pencabutan berkas manakala nanti saat pendaftaran memilih satu sekolah. Ketika itu di jurnal terlihat, maka salah satu prinsip SPMB kita adalah transparan. Artinya, itu bisa dilihat. Kalau jalur prestasi, nilainya betul-betul bisa dilihat dari peringkat satu sampai peringkat terakhir. Kalau dari jalur zonasi juga bisa dilihat jaraknya mulai dari yang terdekat sampai yang terjauh,” jelas Agung, Sabtu (6/6/2026).

Ia pun menekankan tidak perlu ada pencabutan berkas dari satu sekolah ke sekolah lain untuk bisa mendapatkan sekolah.

SPMB ONLINE SD - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sukoharjo memasuki hari kedua pada Selasa (5/5/2026). Program ini menjadi terobosan baru karena untuk pertama kalinya sistem penerimaan siswa dilakukan secara daring, menggantikan mekanisme sebelumnya yakni ofline.
ILUSTRASI - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sukoharjo memasuki hari kedua pada Selasa (5/5/2026). Di Solo, SPMB SMA sudah dimulai.  (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Cukup Pantau Hasil Peringkat

Mereka cukup memantau hasil peringkat pada sekolah yang didaftar dan berpindah jika tidak masuk dalam peringkat yang diterima.

“Makanya orang tua nanti pada saat masa pendaftaran monggo untuk bisa mencermati jurnal. Tidak harus ke sekolah. Ketika dirasa sekolah yang dituju sudah tidak masuk pada kategori yang diterima, ya pindahnya cukup dari rumah saja melalui sistem online. Tidak harus mencabut berkas, tidak harus mengajukan ke sekolah lain, tidak perlu,” jelasnya.

Menurutnya, jika semua persyaratan sudah selesai saat masa verifikasi, orang tua murid tidak perlu khawatir. Mereka bisa mengambil jalur dengan peluang paling baik.

“Dalam pendaftaran zonasi enggak diterima misalnya, oh yang bisa masuk prestasi ya enggak apa-apa. Mau mengubah-ubah jalur juga tidak ada masalah. Yang penting semua dokumen sudah sesuai dengan persyaratannya,” terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved