Aksi Solidaritas Ojol
Aksi Solidaritas Ojol di Solo Ricuh, Massa Lempar Batu dan Rusak Pagar Mako Brimob
Massa aksi solidaritas gabungan ojek online (ojol) merusak pagar Mako Batalyon C Satbrimob Polda Jateng di Jalan Adi Sucipto, Jumat (29/8/2025) siang.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Massa aksi solidaritas gabungan ojek online (ojol) merusak pagar Mako Batalyon C Satbrimob Polda Jateng di Jalan Adi Sucipto Solo, Jumat (29/8/2025) siang.
Massa yang terus berdatangan membuat petugas menutup sementara ruas jalan di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut membuat situasi semakin memanas.
Sejumlah orang yang diduga pelajar ikut dalam aksi dan mulai berteriak sambil melempar berbagai benda ke arah Mako Brimob.
Dari botol air mineral hingga batu dan potongan besi pun sempat dilempar oleh oknum massa ke arah Mako Brimob.
Selain pagar, sejumlah rambu lalu lintas juga ikut dirusak dalam insiden yang berlangsung sekitar 15 menit.
Petugas kemudian menutup ruas Jalan Adi Sucipto dari depan Stadion Manahan hingga simpang Tugu Wisnu untuk mengendalikan situasi.
Kericuhan mulai mereda setelah sejumlah driver ojol yang berada di halaman Mako Brimob mendekati massa aksi di sisi timur.
Meski ketegangan menurun, massa aksi masih bertahan di sekitar lokasi dan suasana masih terlihat ramai.
Baca juga: Ricuh, Aksi Solidaritas Ojol Solo di Depan Mako Brimob Memanas, Ada Insiden Pelemparan
Seperti diberitakan, ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Solo menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya rekan mereka, Affan Kurniawan, yang tewas setelah dilindas mobil rantis milik Brimob pada Kamis (28/8/2025) di Jakarta.
Aksi dimulai pukul 13.00 WIB, saat para driver ojol berkumpul di Plaza Stadion Manahan Solo.
Affan Kurniawan adalah seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun yang meninggal dunia pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Saat itu, Affan sedang mengantar pesanan makanan dan tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR RI.
Ketika kericuhan terjadi dan aparat mulai membubarkan massa, sebuah kendaraan barracuda melaju cepat di tengah kerumunan dan menabrak dua pengemudi ojol—Affan dan Moh Umar Amarudin.
Affan tewas di tempat, sementara Umar mengalami luka serius.
(*)
| Botok Kawal Sidang Putusan Kasus Kerusuhan Solo, Bantah Cari Panggung : Solidaritas Sesama Aktivis! |
|
|---|
| Di Bawah Guyuran Hujan, 3 Terdakwa Kasus Kerusuhan Solo Akhirnya Keluar Usai 5 Bulan Dipenjara |
|
|---|
| SOSOK Botok, Aktivis Pati yang Hadiri Sidang Putusan 3 Terdakwa Kasus Kerusuhan Solo, Sempat Orasi |
|
|---|
| Pesan 3 Terdakwa Kasus Kerusuhan Solo Pasca Divonis Bebas: Jangan Pernah Takut Menyuarakan Kebenaran |
|
|---|
| Ujung Kasus Kerusuhan Solo 2025 : Pelukan, Air Mata, dan Senyum Tak Tertahankan Ketiga Terdakwa |
|
|---|