Aksi Solidaritas Ojol
Ratusan Fasilitas Umum Jalan Raya Rusak Usai Kericuhan Demo di Solo, Rambu Jalan hingga CCTV Rusak
Ratusan fasilitas umum (fasum) jalan raya di Kota Solo menjadi sasaran kerusuhan saat aksi solidaritas ojek online pada Jumat (29/8/2025) kemarin.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ratusan fasilitas umum (fasum) jalan raya di Kota Solo menjadi sasaran kerusuhan saat aksi solidaritas ojek online pada Jumat (29/8/2025) kemarin.
Kerusakan tersebut meliputi pembatas jalan, rambu-rambu lalu lintas, kamera pengawas (CCTV) hingga halte bus Batik Solo Trans (BST) di beberapa titik.
Baca juga: Suasana Solo Pasca Demo Berujung Ricuh, Bau Asap Menyengat di Jalan Slamet Riyadi, Puing Berserakan
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Taufik Muhammad.
"Ada water barier, rambu nama jalan, rambu LPPJ, halte, CCTV, papan informasi digital halte," ungkap Taufik saat dihubungi, Sabtu (30/8/2025) siang.
Terkhusus untuk halte BST, Taufiq menerangkan bahwa kerusakan parah terjadi di sepanjang jalan Jenderal Sudirman dan jalan Slamet Riyadi dari simpang Pasar Pon hingga Gladag.
Massa juga merusak papan informasi digital yang ada di Halte BST.
"(Total halte yang rusak ada di ) Slamet Riyadi itu ada di Gendengan, Gladak, Ngapeman, Nonongan kiri kanan, DPRD," lanjutnya.
Sementara itu, untuk water barier yang ada di sejumlah titik konsentrasi massa disebut Taufik ludes dirusak dan dibakar.
"Plaza Manahan habis, terus depan Brimob, Gendengan, Sarpon, Gladag, Ngarsopuro," kata dia.

Baca juga: Demo Ojol di Solo Cari Keadilan untuk Affan Berujung Terbakarnya Gedung Sekretariat DPRD Solo
Disinggung terkait total kerugian, Taufik menerangkan bahwa masih dalam proses inventarisasi.
"Masih inventaris dari pagi sampai sekarang," urainya.
Kini Dishub Kota Solo pun berupaya menutup simpang-simpang jalan dengan barikade besi sisa yang ada di kantor untuk meminimalisir kecelakaan.
"Barikade yang ada di kantor dibawa semua untuk menghindari kecelakaan di jalan," jelasnya.
Sementara itu, Taufik juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemeliharaan terhadap Fasum jalan yang rusak dengan menggunakan anggaran sisa.
"Ini dengan anggaran pemeliharaan yang masih ada dulu dipakai yang penting bisa digunakan lagi sementara," pungkasnya.
(*)
Gapura Peninggalan PB X di Gladag Solo Kena Vandalisme, Pemerhati Budaya Sebut Pelanggaran Hukum |
![]() |
---|
Kantor DPRD dan 2 Pos Polisi di Sragen Jadi Sasaran Perusakan, Massa Tak Dikenal Beraksi Subuh |
![]() |
---|
Nyala Lilin dari Ojol di Sragen, Panjatkan Doa untuk Affan Kurniawan, Berharap Kejadian Tak Terulang |
![]() |
---|
Mau Evakuasi Korban Gas Air Mata di Slamet Riyadi Solo, Pengemudi Ambulans Malah Dihajar Polisi |
![]() |
---|
Alasan Aksi Solidaritas Ojol di Alun-alun Sragen Batal Digelar, Meski Sudah Ada Driver yang Datang! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.