Pelayanan Puskesmas Sangkrah Solo

Beredar Wacana Jam Operasional Kesehatan hingga Sore, Puskesmas Sangkrah Solo Keberatan

Kepala Puskesmas Sangkrah, drg. Nurul Hidayat, mengatakan pasien datang setiap hari sangat banyak, sementara tenaga medis terbatas.

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Puskesmas Sangkrah Solo menyatakan keberatan jika wacana penambahan jam operasional hingga sore benar-benar diberlakukan.

Mereka menilai keterbatasan tenaga kesehatan membuat beban kerja justru semakin berat.

Kepala Puskesmas Sangkrah, drg. Nurul Hidayat, mengatakan pasien yang datang setiap hari jumlahnya sudah sangat banyak, sementara tenaga medis terbatas.

“Pasiennya banyak, petugas terbatas banyak yang keluar. Rekomendasinya menambah tenaga atau usulan untuk pemerataan sasaran agar puskesmas dilayani pasien sama,” tutur Nurul, Kamis (4/9/2025).

JADI SOROTAN - Ilustrasi Puskesmas Sangkrah, Kamis (4/9/2025). Puskesmas Sangkrah panen bintang 1 lantaran pelayanannya yang dianggap tidak ramah
JADI SOROTAN - Ilustrasi Puskesmas Sangkrah, Kamis (4/9/2025). Puskesmas Sangkrah panen bintang 1 lantaran pelayanannya yang dianggap tidak ramah (TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin)

Nurul menambahkan, pihaknya bisa melayani hingga 400 pasien per hari, dibantu dua unit puskesmas pembantu.

Dari total 71 pegawai, hanya lima dokter umum, tiga dokter gigi, sepuluh perawat, dan 12 bidan yang harus dibagi untuk berbagai layanan.

“300-350 pernah sampai 400. Kita layani di puskesmas induk dan 2 puskesmas pembantu. Kita 71 semua sampai cleaning service penjaga malam. Dokter ada 5, dokter gigi 3, perawat 10, bidan 12. Itu harus dibagi,” jelas Nurul.

Selain melayani pasien di puskesmas, tenaga kesehatan juga kerap ditugaskan untuk kegiatan lapangan seperti posyandu, cek kesehatan gratis di sekolah, hingga layanan mobile.

“Di posyandu, cek kesehatan gratis sekolah, mobile,” ujarnya.

Karena itu, jika jam layanan ditambah sampai sore, pihaknya merasa tidak sanggup menanggung beban tambahan.

Ia lebih menyarankan agar distribusi pasien dialihkan ke puskesmas lain, terutama peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang ditanggung APBD.

“Itu menjadi agak berat juga di kami karena akan lebih ideal pembagian peserta saja. Puskesmas kunjungannya kurang. Semua juga apa yang kita terima sama. Jumlah penduduk terbanyak di Sangkrah. Kalau yang PBI boleh memilih antar-puskesmas,” kata Nurul.

Baca juga: Duduk Perkara Puskesmas Sangkrah Solo Dapat Review Jeblok di Google: Petugas Terbatas, Pasien Banyak

Sebelumnya, Wali Kota Solo Respati Ardi mewacanakan perpanjangan jam operasional puskesmas hingga sore hari.

Hal ini untuk mengatasi membludaknya pasien, khususnya di puskesmas padat seperti Sangkrah, Sibela, Mojosongo, Pajang, dan Gambirsari.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved