Fakta Menarik Tentang Solo
Kisah di Balik 'The Spirit of Java' yang jadi Slogan Kota Solo, Ini Sosok Penciptanya
Tahukah Tribuners? Slogan ini bukan sekadar kata-kata manis, melainkan simbol dari kekayaan budaya, karakter masyarakat, dan semangat kota Solo.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Slogan “Solo The Spirit of Java” dipilih pada 2005 dan resmi disahkan 2008, mencerminkan kekayaan budaya, karakter masyarakat, dan semangat Kota Solo.
- Maknanya ganda: internal mempersatukan warga, eksternal membangun citra Solo sebagai kota budaya menarik wisatawan dan investor.
- Logo Gunungan dengan warna hijau-ungu dan desain doodle modern menegaskan kreativitas, keramahan, dan keberlanjutan kota.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bicara tentang Kota Solo atau Surakarta, Jawa Tengah, tentu identik dengan slogannya yakni 'The Spirit of Java'.
The Spirit of Java ini berarti “Jiwanya Jawa”, menandakan Solo sebagai urat nadi Pulau Jawa.
Tahukah Tribuners? Slogan ini bukan sekadar kata-kata manis, melainkan simbol dari kekayaan budaya, karakter masyarakat, dan semangat kota Solo.
Baca juga: 6 Rekomendasi Toko Furniture di Solo Jateng Terlengkap, Dikenal Punya Produk Berkualitas dan Modern
Sejarah dan Pemilihan Slogan
Pemilihan slogan ini berawal dari kontes yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surakarta pada 4 Oktober hingga 14 November 2005.
Dari berbagai peserta, tiga slogan terpilih: Solo The Heart of Java, Solo the Heartbeat of Java, dan Solo The Spirit of Java.
Setelah mempertimbangkan kesesuaian makna dan daya tariknya, akhirnya “Solo The Spirit of Java” dipilih sebagai pemenang.
Ide ini berasal dari Dwi Endang Setyorini, warga Giriroto, Ngemplak, Boyolali.
Slogan ini secara resmi disahkan pada tahun 2008 melalui peraturan bersama Kepala Daerah Solo Raya.
Tujuan utamanya adalah membangun identitas Solo sebagai kota yang kaya budaya dan menjadi pusat kegiatan ekonomi, pariwisata, serta investasi.
Baca juga: Cerita Pemenang Lomba Logo HUT Jateng Asal Klaten Viral: Ternyata Baru Pertama Menang Lomba Logo
Makna Slogan
Menurut situs resmi Surakarta.go.id, slogan ini memiliki makna ganda:
- Internal: Meningkatkan kebanggaan dan mempersatukan masyarakat Solo dalam semangat bersama untuk memajukan perekonomian daerah.
- Eksternal: Membangun citra Solo di mata dunia sebagai kota budaya yang menarik bagi wisatawan, investor, dan pelaku perdagangan.
Lebih dari sekadar kata-kata, slogan ini telah menumbuhkan persepsi global bahwa Kota Solo adalah jiwanya Jawa, pusat tradisi, dan budaya Jawa yang hidup dan berkembang.
Logo dan Representasi Visual
Slogan “The Spirit of Java” tidak terlepas dari logo yang menyertainya. Logo ini menampilkan visual Gunungan, simbol budaya Jawa, dengan warna hijau dan ungu.
Warna ungu melambangkan keagungan dan kekayaan budaya, sementara hijau merepresentasikan pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability).
Logo baru, hasil desain warga Bandung, Andrea Isa, menampilkan pendekatan doodle yang humanis dan modern.
| 7 Mitos Beli Rumah yang Masih Banyak Dipercaya Warga Solo Raya, Ini Faktanya |
|
|---|
| Mudah di Temukan di Angkringan Solo, Tempe Gembus Ternyata Simpan Nilai Sejarah dan Budaya Tinggi |
|
|---|
| Kisah di Balik Kebiasaan Warga Solo Raya Sarapan Soto di Pagi Hari : Kuah Hangat dan Ringan |
|
|---|
| Kenapa Warga Solo Gemar Sarapan Pakai Soto? Ini Sejarah Panjangnya |
|
|---|
| Kenapa Harga Mobil Bekas Berplat Nomor AD Solo Raya Biasanya Lebih Mahal? Ini 5 Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Libur-Tahun-Baru-Pasar-Gede.jpg)