Kenaikan Harga Sembako di Solo
Efek MBG : Harga Telur di Solo Melonjak hingga 30 Persen, Emak-emak Harap Bersabar
Meski begitu, menurutnya pasokan kebutuhan telur untuk program MBG maupun kebutuhan lain masih mencukupi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergulir permintaan terhadap sejumlah komoditas terus meningkat.
Akibatnya harga melonjak naik, salah satunya telur yang melonjak hingga 30 persen.
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Jawa Tengah, Parjuni mengungkapkan jika dihitung sejak bulan Agustus 2025 hingga Oktober 2025 kenaikan harga dari semula 21-22 ribu per kg kini bisa mencapai Rp 27-28 ribu per kg.
Baca juga: Guru SMAN 2 Karanganyar Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Kelayakan Menu MBG, Bagaimana Cara Kerjanya?
“Hari ini sudah dari 21-22 sudah 27-28. Kira-kira sekitar 25-30 persen naiknya,” ungkapnya.
Apalagi kenaikan permintaan telur tidak serta merta bisa membuat kapasitas produksi dinaikkan.
Sebab, pola produksi telur ayam berbeda dengan ayam pedaging.
“Kalau telur itu kan satu ekor itu hanya menghasilkan satu butir ya. Tapi kalau ayam potong itu kan satu ekor bisa menghasilkan 1 kg bisa menjadi 2,5 kg bisa menjadi 3 kg. Jadi seandainya ada kekurangan daging pun ayam itu tinggal dibesarkan 2 sampai 3 hari. Sudah ukurannya 10 persen dari ukuran sebelumnya. Tapi kalau petelur itu karena satu hari satu butir,” jelasnya.
Baca juga: Dugaan Ratusan Siswa SMPN 1 Karanganyar Keracunan Usai Santap MBG, Mayones Disebut Jadi Penyebabnya
Meski begitu, menurutnya pasokan kebutuhan telur untuk program MBG maupun kebutuhan lain masih mencukupi.
Hanya saja, mereka harus menghadapi kenaikan harga yang cukup signifikan.
“Kalau untuk telur itu posisinya memang karena dia tidak bisa digeser ya. Artinya satu ekor keluar dua butir kan enggak bisa ya. Sedikit berkurang lah. Tapi paling tidak tidak berarti terus tidak bisa ter-supply.
Harganya saja memang yang naik karena memang kebutuhannya lebih besar dibandingkan supply,” tuturnya.
Untuk informasi, harga telur ayam di Kota Solo, Jawa Tengah, terus merangkak naik selama sepekan terakhir.
Baca juga: Viral Wali Kota Solo Dikepruk Harga Telur Gulung, Teguh Prakosa Pilih Ikhlaskan : Niatnya Melarisi
Sejumlah pedagang di pasar tradisional menyebut kenaikan ini diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan akibat program MBG.
Pantauan di beberapa pasar, seperti Pasar Ledoksari, Pasar Legi, dan Pasar Gede, menunjukkan harga telur kini mencapai Rp29.000–Rp30.000 per kilogram.
Padahal, pekan lalu harga masih berkisar di Rp25.000 per kilogram.
Kenaikan ini terjadi di tingkat pemasok.
Pedagang di pasar hanya menyesuaikan harga agar tidak mengalami kerugian.
Sebelum MBG, umumnya harga telur di Solo adalah Rp21.000-22.000, di mana kenaikan tertinggi biasa terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru yang bisa berkisar Rp31.000 per kilogram.
Fenomena ini sempat terjadi pada akhir tahun 2024 lalu.
(*)
| Not Angka Pianika dan Lirik Lagu Lagu Rindu - Kerispatih : Bintang Malam Katakan Padanya |
|
|---|
| BRI Solo Slamet Riyadi Gelar Run on CFD, Sosialisasi Kartu Debit Barcelona dan Donasi Qurban BRImo |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Tempat Makan Malam Enak di Solo Baru : Kulineran Sembari Nikmati Momen Bersantai |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Penginapan di Tawangmangu dengan View Alam Indah, Staycation di Tempat Estetik |
|
|---|
| Persijap Menang Telak, Nasib Persis Solo Degradasi atau Bertahan Tinggal Bergantung Madura United |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/HARGA-TELUR-NAIK-Komoditas-telur-di-Pasar-Bunder-Sragen-yang-mulai-mengalami-kenaikan-harga.jpg)