Pencemaran Mikroplastik

Waduh, Jalan Slamet Riyadi Solo Tercemar Mikroplastik, Paling Parah se-Solo Raya

Jalan Slamet Riyadi, Solo, tercatat sebagai lokasi dengan tingkat pencemaran mikroplastik paling tinggi di Solo Raya.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com / Andreas Chris
TERCEMAR MIKROPLASTIK - Suasana Jalan Slamet Riyadi, Solo, belum lama ini. Kawasan ini tercatat sebagai lokasi dengan tingkat pencemaran mikroplastik paling tinggi di Solo Raya. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan Slamet Riyadi Solo tercatat paling tinggi tercemar mikroplastik, mencapai 125 partikel/liter
  • Ecoton Foundation menemukan sumber utama dari pembakaran sampah, abrasi ban kendaraan, dan sampah plastik yang tercecer
  • Wali Kota Solo berjanji menindaklanjuti, sementara tim peneliti mengingatkan risiko paparan mikroplastik lewat air hujan

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Jalan Slamet Riyadi, Solo, tercatat sebagai lokasi dengan tingkat pencemaran mikroplastik paling tinggi di Solo Raya.

Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi mencapai 125 partikel per liter.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan akan menindaklanjuti temuan tersebut.

“Kita cek apakah betul untuk mengukur mikroplastik. Di Solo nggak ada industri, kita cek darimana dampaknya,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Selasa (25/11/2025).

TERCEMAR MIKROPLASTIK - Wali Kota Solo Respati Ardi ditemui di kantornya, belum lama ini. Ia menegaskan akan menindaklanjuti temuan jalan Slamet Riyadi, Solo, tercatat sebagai lokasi dengan tingkat pencemaran mikroplastik paling tinggi di Solo Raya.
TERCEMAR MIKROPLASTIK - Wali Kota Solo Respati Ardi ditemui di kantornya, belum lama ini. Ia menegaskan akan menindaklanjuti temuan jalan Slamet Riyadi, Solo, tercatat sebagai lokasi dengan tingkat pencemaran mikroplastik paling tinggi di Solo Raya. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Penelitian ini dilakukan oleh Tim Microplastic Hunter dari Ecoton Foundation.

Menurut peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, ada tiga faktor utama yang memicu tingginya kandungan mikroplastik dalam air hujan di Solo.

Yakni, aktivitas pembakaran sampah terbuka, terutama plastik multilayer dan tekstil sintetis, yang melepaskan serat ke atmosfer.

Lalu, abrasi ban dan rem kendaraan bermotor, seiring padatnya arus lalu lintas di jalur Solo–Boyolali.

Termasuk, sampah plastik yang dibuang sembarangan, kemudian tercecer di lingkungan dan melepaskan mikroplastik ke udara serta terbawa air hujan.

“Mikroplastik berukuran sangat kecil (<5>

Pengambilan sampel dilakukan pada 23 November 2025 di lima titik: Jl. Kemuning (Solo), Jl. Hassanudin (Solo), Jl. Tol Ngemplak (Boyolali), Jl. Slamet Riyadi (Solo), serta satu titik kontrol dari kota lain.

Wadah aluminium, stainless steel, dan toples kaca berdiameter 35 cm diletakkan pada ketinggian lebih dari 1,5 meter selama 1–2 jam di lokasi penelitian.

Hasil pengamatan awal menunjukkan konsentrasi mikroplastik tertinggi berada di Jl. Slamet Riyadi (125 partikel/liter), disusul Jl. Tol Ngemplak Boyolali (78 partikel/liter), dan Jl. Hassanudin Solo (75 partikel/liter).

Baca juga: Bertemu Ratu Belanda, Wali Kota Solo Curhat Lesunya Pasar Tradisional Imbas Disrupsi Digital

Temuan Mikroplastik Fiber

Mayoritas temuan bemikroplastikrupa mikroplastik jenis serat (fiber), dengan sebagian kecil berbentuk film atau filamen.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved