Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Klenyem, Gorengan Jadul di Solo yang Kini Mulai Langka
Klenyem merupakan camilan tradisional yang berasal dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Klenyem atau lempok adalah gorengan manis berbahan singkong asal Jepara yang di Solo dikenal sebagai jajanan tradisional populer, dengan sebutan berbeda di berbagai daerah Jawa.
- Klenyem berisi gula merah, bertekstur renyah di luar dan lembut di dalam, dibuat dari singkong parut yang digoreng hingga keemasan dengan cara tradisional.
- Di Solo, klenyem dapat ditemui di pasar tradisional dan penjual terkenal seperti Combro Crispy di Jalan Gajahmada dengan harga sekitar Rp2.500 per buah.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, dikenal kaya akan ragam kuliner tradisional, salah satunya adalah aneka gorengan dengan cita rasa khas dan sejarahnya.
Dari sekian banyak gorengan tradisional tersebut, klenyem atau lempok menjadi salah satu camilan manis yang masih bertahan hingga kini di Solo.
Apa itu klenyem dan bagaimana sejarahnya?
Baca juga: Sejarah Krengsengan, Kuliner Legendaris Solo yang Terinspirasi dari Belanda
Asal-usul dan Penamaan Klenyem
Klenyem merupakan camilan tradisional yang berasal dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Tidak ada informasi pasti soal sejarah klenyem.
Namun seperti makanan-makanan sejenis, klenyem diyakini bentuk kreativitas warga zaman dahulu untuk memanfaatkan bahan makanan yang ada, dalam hal ini singkong.
Baca juga: Sejarah Capcay, Kuliner Kondang di Solo, Ternyata di China jadi Makanan Rakyat Miskin
Ketika harga beras naik, warga berinisiatif membuat varian makanan lain berbahan singkong.
Menariknya, makanan ini memiliki sebutan berbeda tergantung wilayah.
Masyarakat Jepara bagian utara lebih mengenalnya dengan nama klenyem, sementara di Jepara bagian selatan disebut lempok atau empog-gempog.
Di Solo, makanan jadul ini lebih populer disebut klenyem.
Tak hanya di Jepara, gorengan manis berbahan singkong ini juga dikenal luas di berbagai daerah di Pulau Jawa dengan nama yang berbeda-beda.
Di Jawa Barat, klenyem dikenal sebagai misro, di Jawa Timur disebut jemblem, di Yogyakarta dikenal dengan nama cemplon, sedangkan masyarakat Cilacap menyebutnya ondol-ondol.
Perbedaan nama tersebut menunjukkan betapa populernya camilan ini di berbagai daerah, meskipun bahan dan cara pengolahannya relatif serupa.
Bahan dan Karakteristik Klenyem
Klenyem terbuat dari singkong (ketela pohon) yang diparut halus, kemudian diperas untuk mengurangi kandungan patinya.
| Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an |
|
|---|
| Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Legendaris Solo : Cicipi Roti Kecik Ganep yang Sudah Ada Sejak Tahun 1881 |
|
|---|
| Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Unik di Klaten : Cicipi Soto Garing Tanpa Kuah, Menu Sarapan Sejak Tahun 1973 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-klenyem-gorengan-jadul-Solo.jpg)