Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Masjid Zayed Solo Adakan Lagi Program Cari Jodoh Golek Garwo, yang Ingin Poligami Dilarang Ikutan!
Golek Garwa tidak menggunakan sistem perjodohan oleh panitia. Setiap peserta diberikan kebebasan memilih
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Ringkasan Berita:
- Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menggelar program Golek Garwa sebagai ikhtiar pencarian jodoh yang aman dan sesuai syariat, dengan ketentuan tegas melarang peserta yang berniat poligami.
- Peserta diseleksi ketat, wajib lajang atau duda/janda dengan bukti sah, menandatangani pakta integritas, serta dijamin kerahasiaan data pribadinya.
- Sejak 2025, ribuan orang mendaftar, puluhan pasangan terbentuk, bahkan beberapa telah dinikahkan langsung di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menggelar kegiatan Golek Garwa, sebuah ikhtiar mempertemukan jodoh secara aman, terarah, dan sesuai dengan syariat di tengah tantangan pencarian pasangan pada era digital.
Salah satu ketentuan utama dalam program ini adalah larangan bagi peserta yang ingin berpoligami untuk ikut serta.
Program ini lahir dari diskusi internal pengurus masjid dan berbagai masukan masyarakat, khususnya melihat fenomena banyaknya warga lajang di Kota Solo.
Golek Garwa juga diinisiasi kerja sama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dengan Fortais dan Kemenag Surakarta.
Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, menjelaskan kegiatan ini berawal dari inisiatif yang juga terinspirasi dari kegiatan serupa di Yogyakarta.
Kala itu, pada 2025, tema besar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo adalah keluarga sehingga muncul gagasan menghadirkan forum pencarian jodoh yang lebih aman dan terarah.
Baca juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Adakan Lomba Desain Keranda Jenazah, Hadiahnya Jutaan Rupiah
“Ini hasil diskusi dengan para pengurus dan berbagai masukan, di Solo itu banyak yang jomblo. Kegiatan ini juga atas inisiasi Jogja. Tahun 2025 itu tema kita adalah ‘keluarga’, jadi membuat acara Golek Garwa,” ujar Munajat kepada Tribunnews.com, Jumat (1/1/2026).
Ia menilai kemajuan teknologi dan media sosial tidak selalu memudahkan seseorang mendapatkan pasangan. Bahkan, tidak jarang muncul kasus penipuan dan penyalahgunaan identitas di ruang digital.
"Kita menilai era digital pun tidak menjamin mereka untuk bisa dengan mudah mendapatkan pasangan. Malah kadang di sosial media sering ada penipuan, kasus-kasus, dan lain sebagainya. Akhirnya kita buat Golek Garwa," ujar Munajat.
Proses Ta’aruf dan Seleksi Ketat
Berbeda dengan layanan pencarian jodoh pada umumnya, Golek Garwa menerapkan proses seleksi ketat, termasuk memastikan seluruh peserta tidak memiliki niat berpoligami. Peserta yang ingin berpoligami tidak diperkenankan mengikuti kegiatan ini.
"Semua data kita screening dulu. Semua harus lajang, kalaupun duda atau janda harus melampirkan surat perceraian atau akta meninggal. Mereka juga akan menandatangani pakta integritas," jelasnya.
"Data diri para pendaftar sangat dirahasiakan dalam kegiatan ini, kecuali jika sudah resmi menyatakan cocok dan bersama, itu pun jika yang bersangkutan mau juga," ujarnya.
Selain itu, peserta juga diminta terbuka mengenai kekurangan dan kendala yang selama ini membuat mereka belum mendapatkan pasangan. Meski demikian, Munajat memastikan seluruh data pribadi pendaftar dijaga kerahasiaannya.
| Besok, Masjid Zayed Solo Gelar Golek Garwa Edisi 3, Tawarkan High Quality Jomblo Jalur Syar’i |
|
|---|
| Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Adakan Lomba Desain Keranda Jenazah, Hadiahnya Jutaan Rupiah |
|
|---|
| Menu Sarapan Sheikh Zayed di Rumah Jokowi Bikin Penasaran Netizen: Ternyata Sop Buntut dan Serabi |
|
|---|
| Datang ke Solo, Presiden UEA Dijamu Makan di Kediaman Jokowi, Ada Sop Buntut hingga Serabi |
|
|---|
| Gibran Ungkap Presiden UEA Mohamed bin Zayed Terpukau dengan Sambutan Anak Sekolah: Senang Sekali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Masjid-Raya-Sheikh-Zayed-Solo-Kemenag-Kota-Surakarta-gelar-golek-Garwo.jpg)