Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Kolang-kaling Hingga Bisa jadi Kuliner Khas Ramadhan di Solo Raya
Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang segar menjadikannya pelengkap favorit dalam es buah, kolak, hingga manisan di Solo.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tradisi tersebut kemudian menyebar ke berbagai daerah, termasuk Solo, seiring mobilitas penduduk dan berkembangnya budaya kuliner lintas daerah.
Mengapa Kolang-kaling Identik dengan Ramadhan?
Kolang-kaling digemari saat Ramadhan bukan tanpa alasan.
Kandungan air dan serat yang tinggi membuatnya menyegarkan dan baik untuk pencernaan setelah seharian berpuasa.
Selain itu, rasanya yang netral memudahkan kolang-kaling dipadukan dengan berbagai bahan manis seperti sirup, santan, dan gula aren.
Tak heran jika kolang-kaling menjadi salah satu bahan utama takjil favorit, baik di rumah-rumah maupun di pasar tradisional.
Baca juga: Sejarah Kolak Biji Salak, Takjil Populer di Solo yang Ternyata Ada Kaitan dengan Kisah Nabi Musa AS
Pasar Gede Solo, Sentra Kolang-kaling Ramadhan
Di Solo, Pasar Gede Harjonagoro menjadi salah satu pusat penjualan kolang-kaling saat Ramadhan.
Permintaan biasanya meningkat sejak dua hari menjelang puasa.
Pedagang kolang-kaling di Pasar Gede, mengatakan penjualan biasanya meningkat hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Harga kolang-kaling di Solo cukup variatif, biasanya Rp 25.000 per kilogram.
Kolang-kaling ini didatangkan langsung dari Medan, Sumatera Utara, dan dipilih yang kualitasnya bagus untuk masuk ke Solo.
Namun dalam pemberitaan TribunSolo.com, beberapa penjual kolang-kaling yang ditemui mengakui jika penjualan saat ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya.
(*)
| Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an |
|
|---|
| Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Legendaris Solo : Cicipi Roti Kecik Ganep yang Sudah Ada Sejak Tahun 1881 |
|
|---|
| Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Unik di Klaten : Cicipi Soto Garing Tanpa Kuah, Menu Sarapan Sejak Tahun 1973 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kolang-kaling-di-Pasar-Serpong.jpg)