Fakta Menarik Tentang Solo
Mengenal Suwuk: Metode Pengobatan Tradisional yang Mulai Ditinggalkan di Solo Raya
Secara filosofis, suwuk memiliki keratabasa sumingkire wujud kangkolo, yang bermakna menyingkirnya penyakit dan hambatan dalam hidup.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Bagi sebagian masyarakat, suwuk dianggap sebagai alternatif pengobatan yang alami, terjangkau, dan mudah diakses.
Banyak cerita beredar mengenai pasien yang mengidap penyakit tak kunjung sembuh secara medis, namun mengalami perubahan setelah menjalani suwuk.
Hal ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional tersebut tetap kuat hingga sekarang.
Suwuk sebagai Penyembuhan Personalistik dan Naturalistik
Sebagai metode pengobatan tradisional, suwuk diyakini mampu menyembuhkan penyakit personalistik, yakni penyakit yang dianggap berasal dari faktor non-fisik, maupun penyakit naturalistik yang tidak dapat dijelaskan atau disembuhkan melalui medis modern.
Keampuhan suwuk sering kali dikaitkan dengan faktor sugesti yang muncul selama proses pengobatan.
Keyakinan pasien terhadap dukun dan metode yang digunakan dipercaya berperan besar dalam proses penyembuhan.
Di beberapa daerah di Solo Raya, suwuk tidak hanya digunakan untuk menyembuhkan manusia, tetapi juga benda-benda seperti undangan pernikahan hingga surat lamaran pekerjaan.
Tahap Deteksi dan Pengobatan Suwuk
Tahap pertama adalah deteksi penyakit, yang dilakukan dengan berbagai teknik, seperti pijatan pada ruas jari kaki dan tangan, penggunaan pusaka seperti keris, analisis riwayat kesehatan pasien, hingga komunikasi batin antara dukun dan penunggu desa asal pasien.
Tahap kedua adalah penerapan metode pengobatan.
Pengobatan dilakukan melalui kombinasi pijat menggunakan minyak whisik serta pemberian ramuan herbal dari tumbuhan obat. Ramuan tersebut dapat diminum atau diusapkan (bobok) pada bagian tubuh yang sakit.
Seluruh proses pengobatan dilakukan sembari ditiupkan rapalan doa-doa.
Selain itu, pasien juga kerap diberikan doa dalam bentuk fisik, berupa tulisan Arab yang dituliskan di selembar kertas.
(*)
| 8 Mitos Bangun Rumah Menurut Masyarakat Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Kebanyakan Soto di Solo Berkuah Bening dan Porsinya Minimalis |
|
|---|
| Kota Solo Raih Predikat Kota Paling Maju di Indonesia Nomor 1, Ini Faktor-faktor Penilaiannya |
|
|---|
| 12 Mitos Pernikahan yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat Solo, Ada Istilah 'Kebo Balik Kandang' |
|
|---|
| Kisah di Balik 'The Spirit of Java' yang jadi Slogan Kota Solo, Ini Sosok Penciptanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-dukun.jpg)