Ramadan 2026
Keraton Solo Gelar Malam Selikuran, Ini Rute Kirab Tumpeng Sewu
Keraton Solo akan menggelar kirab tumpeng sewu, ini dalam rangka upacara adat Malam Selikuran.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Kirab Tumpeng Sewu akan digelar dalam rangka upacara adat Malam Selikuran Keraton Solo pada Senin (9/3/2026).
- Pengageng Parentah PB XIV Purboyo, KGPHAP Dipokusumo mengatakan rute kirab telah disiapkan dan akan diawali dengan doa bersama di Bangsal Sewoyono Sitihinggil.
- Setelah itu kirab bergerak ke Pagelaran Sasana Sumewo, menuju Gladag, lalu belok ke barat hingga berakhir di Taman Sriwedari untuk prosesi serah terima kepada Wali Kota Solo, Respati Ardi.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kirab Tumpeng Sewu menjadi bagian dari upacara adat Malam Selikuran.
Tradisi ini akan digelar pada Senin (9/3/2026) besok.
Pengageng Parentah PB XIV Purboyo, KGPHAP Dipokusumo mengatakan, untuk rute kirab sudah disiapkan.
Kirab akan dimulai dari Bangsal Sewoyono Sitihinggil, berlanjut ke Pagelaran Sasana Sumewo.
Setelah itu iring-iringan akan menuju Gladag, kemudian belok ke barat hingga ke Taman Sriwedari.
“Diawali doa bersama di Bangsal Sewoyono Sitihinggil kemudian ke Pagelaran Sasana Sumewo menuju Gladag, ke kiri ke barat sampai ke Sriwedari yang nanti akan diadakan serah terima dari utusan dalem ke Wali Kota Mas Respati Ardi,” tutur KGPHAP Dipokusumo pada Minggu (8/3/2026).
Dibagikan ke Masyarakat
Sementara itu, tumpeng yang dibawa dalam kirab tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Hal ini dijelaskan oleh Pengageng Parentah PB XIV Purboyo, KGPHAP Dipokusumo.
Tradisi ini digelar untuk memperingati Lailatul Qadr yang dipercaya lebih mulia dari 1.000 bulan.
Malam 1.000 bulan ini akan disimbolkan dalam Tumpeng Sewu yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
“Simbolis di dalam budaya Jawa hajat dalem itu Tumpeng Sewu, malam seribu bulan. Dibagikan kepada masyarakat yang hadir di Sriwedari tersebut,” jelas KGPHAP Dipokusumo pada Minggu (8/3/2026).
Sejak PB X
Tradisi ini terutama dilestarikan sejak era Pakubuwono X.
Hingga kini Kirab Tumpeng Sewu terus diadakan untuk melestarikan adat di keraton.
“Inti kegiatan dari tradisi ini di era Pakubuwono X sampai sekarang dijadikan semacam kolaborasi semua stakeholder, menjadi semacam komodifikasi. Ada nilai ekonomi yang bergerak, tapi juga memberikan keuntungan bagi yang berkepentingan,” jelasnya saat ditemui di Sasana Hadi, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Tradisi Malam Selikuran Kembali Digelar Keraton Solo, Peringati Lailatul Qadr
Sebagai bagian dari kerajaan yang mewarisi tradisi Mataram Islam, Keraton Kasunanan Surakarta lekat dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Setiap tanggal 21 Ramadan, kirab diadakan untuk memperingati adanya malam yang lebih baik dari 1.000 bulan.
“Makna dari ini langsung berkonotasi dengan nilai keagamaan. Malam selikur dimaknai sebagai turunnya Lailatul Qadr,” ungkapnya. (*)
| Jadwal Waktu Imsakiyah dan Berbuka Puasa di Sragen pada Kamis 19 Maret 2026: Lengkap Waktu Salat |
|
|---|
| Jadwal Waktu Imsakiyah dan Berbuka Puasa di Sragen pada Rabu 18 Maret 2026: Lengkap Jadwal Salat |
|
|---|
| Jadwal Waktu Imsakiyah dan Berbuka Puasa di Sragen pada Selasa 17 Maret 2026: Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Klaten, Selasa 17 Maret 2026 : Adzan Maghrib Jam 17:53 |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Boyolali, Sabtu 14 Maret 2026 : Adzan Maghrib Jam 17:54 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Malam-selikuran-ramadan-23.jpg)