Lebaran 2026

Catat! CFD Jalan Slamet Riyadi Solo Diliburkan Dua Pekan saat Arus Mudik Lebaran 2026

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Andri Wahyudi, mengonfirmasi bahwa CFD akan dibuka kembali pada 29 Maret 2026.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunsolo.com/Andreas Chris
CFD SOLO - Zona 1-4 Citywalk jalan Slamet Riyadi Solo dari Simpang Ngapeman sampai Gladak mulai dipenuhi pedagang saat Car Free Day (CFD), pada Minggu (7/1/2024). CFD Jalan Slamet Riyadi akan diliburkan selama dua pekan ketika arus mudik Lebaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Car Free Day (CFD) Solo di Jalan Slamet Riyadi diliburkan dua pekan (15–22 Maret 2026) untuk kelancaran arus mudik Lebaran, kembali dibuka 29 Maret.
  • Solo jadi jalur utama pemudik ke Jawa Tengah & Timur; Dishub pasang barikade di titik rawan macet dan pantau 68 CCTV untuk atasi kepadatan.
  • CFD Solo sejak 2009 bertujuan kurangi polusi, dorong aktivitas fisik, dukung ekonomi lokal, seni budaya, dan edukasi ruang publik ramah lingkungan.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gelaran Car Free Day (CFD) di Kota Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi, akan diliburkan selama dua pekan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Kebijakan ini dimulai pada Minggu, 15 Maret 2026, dan berakhir pada Minggu, 22 Maret 2026.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Andri Wahyudi, mengonfirmasi bahwa CFD akan dibuka kembali pada 29 Maret 2026.

Baca juga: Antusiasme Tinggi! Kantor Imigrasi Surakarta Gelar Lagi Layanan Paspor Jaladara di CFD Slamet Riyadi

Solo Sebagai Jalur Pemudik

Andri Wahyudi menjelaskan bahwa Solo merupakan salah satu tujuan pemudik dan jalur lintasan utama menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pemudik yang menuju Wonogiri, Karanganyar, Sragen, hingga Ngawi, diperkirakan akan melintasi Jalan Slamet Riyadi, sehingga potensi kemacetan di kawasan tersebut sangat besar.

Mengingat hal itu, CFD dihentikan sementara guna memperlancar arus lalu lintas.

"Jalan Slamet Riyadi ini sangat vital, baik untuk pemudik yang menuju kota-kota besar di Jawa Tengah maupun bagi mereka yang melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur," ujar Andri.

Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Ribuan Miras Dimusnahkan di Karanganyar

Dia menambahkan bahwa pada H-7 dan H+7 Lebaran, Solo akan dipadati oleh kendaraan yang akan melintasi kota ini, sehingga kebijakan ini diambil untuk mencegah kemacetan.

Titik Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas

Dishub Solo telah memetakan beberapa titik rawan kemacetan, seperti Nonongan, Gladag, Pasar Gede, dan Pasar Klewer.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Dishub akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan cara pemasangan barikade di beberapa simpul jalan yang dinilai rawan tersumbat.

"Salah satu titik yang akan kami fokuskan adalah simpang empat Coyudan, yang biasanya menjadi titik kemacetan akibat crossing kendaraan dari berbagai arah. Kami akan pasang barikade untuk mengurangi kemacetan di sana," tambah Andri.

Selain itu, barikade juga akan dipasang di sekitar Pasar Gede jika terjadi kepadatan kendaraan.

Dishub juga berencana untuk memantau arus lalu lintas dengan bantuan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di 68 titik persimpangan di seluruh Kota Solo.

Baca juga: Euforia Derby Manchester: Bupati Hamenang Dadakan Nyoto Bareng Warga di CFD Jalan Pemuda Klaten

Prediksi Lonjakan Kendaraan

Kepala Dishub Kota Solo, Taufiq Muhammad, sebelumnya memprediksi bahwa jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo selama periode Lebaran 2026 akan mencapai sekitar 8,5 juta kendaraan, meningkat sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved