Breaking News

Lebaran 2026

Hasil Pemantauan Observatorium Assalaam Sukoharjo: Hilal Tak Tampak

Pantauan dari Observatorium Assalam Sukoharjo Hilal belum terlihat pada Kamis (19/3/2026). Mereka memprediksi Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026).

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
TAK TAMPAK. Rukyatul hilal di Observatorium Assalaam pada Kamis (19/3/2026). Hilal tak tampak. 

Ringkasan Berita:
  • Observatorium Assalam Sukoharjo menyatakan hilal tidak terlihat pada Kamis (19/3/2026) petang, sehingga menguatkan hasil sidang isbat yang menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
  • Dari 117 titik pemantauan di Indonesia, posisi hilal dinilai masih sulit diamati karena ketinggian dan elongasi rendah serta kondisi cuaca berawan di ufuk barat.
  • Meski ada perbedaan dengan ormas lain, masyarakat diimbau mengikuti keputusan pemerintah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Pusat Astronomi Assalam, AR Sugeng Riyadi, mengungkapkan dari pengamatan yang dilakukan, hilal tidak tampak pada Kamis (19/3/2026) menjelang magrib.

Dengan begitu, hal ini menguatkan hasil sidang isbat yang menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

“Mengacu pada kriteria Pemerintah RI yakni Neo-MABIMS 3-6-4 (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), maka awal Syawal 1447 H akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ungkapnya.

Observatorium Assalaam menjadi salah satu lokasi pengamatan di antara 117 titik di seluruh wilayah Indonesia.

Lokasi-lokasi inilah yang dipaparkan dalam sidang isbat.

“Hari ini ada 117 titik lokasi di wilayah Indonesia, salah satunya di Observatorium Assalaam. Kita mengadakan rukyatul hilal. Rukyat dilakukan saat matahari terbenam,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengakui observatorium ini masih belum ideal untuk melakukan pengamatan.

Ketinggian observatorium masih menyulitkan untuk mengamati objek luar angkasa.

“Secara astronomis, ketinggian hilal Assalaam hanya sekitar 3 derajat, dengan elongasi juga sekitar 4 derajat. Secara empiris masih sangat sulit, persentase keberhasilan di bawah 5 persen. Ufuk kita tidak 0 derajat seratus persen,” tuturnya.

Petugas memantau hilal yang digunakan sebagai penentuan waktu awal ibadah puasa atau tanggal hijriah 1 Ramadan di MAN 1 Solo, Senin (14/4/2021).
Petugas memantau hilal yang digunakan sebagai penentuan waktu awal ibadah puasa atau tanggal hijriah 1 Ramadan di MAN 1 Solo, Senin (14/4/2021). (Dok.TribunSolo.com)

Awan Dominan

Selain itu, pada musim penghujan, awan yang cukup dominan membuat pengamatan hilal sulit dilakukan.

“Yang kedua, cuaca musim penghujan, awan ada di ufuk barat,” jelasnya.

Muhammadiyah Umumkan Jumat Idulfitri

Seperti telah diketahui, sejumlah ormas seperti Muhammadiyah dan Persis telah mengumumkan Idulfitri pada Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, perbedaan penentuan 1 Syawal memang sulit dihindari.

Baca juga: Jadwal Pemantauan Hilal di Observatorium Assalaam Sukoharjo Sore Ini, Dimulai Pukul 17.00 WIB

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved